**Borneonews - Denpasar**, Universitas Mahasaraswati Denpasar bersama Universitas Primakara memanfaatkan hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) untuk meningkatkan taraf hidup petani di wilayah tersebut.
Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat, I Gusti Ngurah Made Wiratama, menjelaskan bahwa mereka fokus dalam memberdayakan Kelompok Petani Kopi Cipta Lestari yang berada di Desa Pujungan, Tabanan. Salah satu inovasi yang mereka kembangkan adalah produksi sabun kopi yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para petani.
Pemilihan sabun kopi sebagai produk unggulan dikarenakan kelompok tersebut tidak memiliki produk serupa sebelumnya. Selain itu, mereka juga telah memproduksi beberapa komoditas lain, seperti kopi bubuk, bubuk kunyit, bubuk jahe, bubuk gula aren, dan ekstrak rosella. Hibah dari Kemdikbudristek yang diperoleh mencapai Rp48.645.000, dan program pembuatan sabun kopi ini menjadi salah satu dari banyak inisiatif yang telah dilaksanakan.
Tim ini bertugas menyelenggarakan pelatihan terhadap anggota kelompok petani, di mana para dosen dari Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar, I Wayan Surya Rahadi, berperan penting dalam proses edukasi. Dalam aktivitas tersebut, mereka mengajarkan cara pembuatan sabun kopi dengan menggunakan bahan seperti minyak zaitun, minyak sawit, *Virgin Coconut Oil* (VCO), kopi bubuk, NaOH (soda api), dan Aquades. Proses pembuatan dilakukan dengan mengaduk bahan-bahan tersebut menggunakan mixer dan menuangkannya ke dalam cetakan sabun.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan, sabun kopi ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kulit. Kafein yang terkandung dalam sabun tersebut dapat membantu pembentukan sel baru dan meningkatkan sirkulasi darah di permukaan kulit. Dengan demikian, lemak penyebab selulit dapat berkurang, di samping memberikan aroma yang menenangkan.
Penggunaan bahan baku kopi dalam produk ini sangat relevan, mengingat Desa Pujungan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil buah kopi utama di Bali. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan akan tercipta banyak produk yang berbasis kopi berkualitas tinggi.
Wiratama juga menyatakan tekad kelompok petani kopi untuk menjadikan Desa Pujungan sebagai pusat kopi Tabanan, lengkap dengan produk-produk turunannya. Ia percaya bahwa potensi pasar untuk produk ini sangat besar dan dapat dijadikan oleh-oleh khas serta penyediaan untuk villa dan hotel.
Tim yang terlibat dalam proyek ini terdiri dari anggota dari Universitas Mahasaraswati Denpasar, I Made Wahyu Wijaya, serta rekan-rekan dari Universitas Primakara, Anak Agung Istri Ita Paramitha. Dukungan juga datang dari mahasiswa dalam program Kampus Merdeka, seperti Ida Ayu Anggara Sri Anjani, Arnoldus Patrik Quivera Nanggor, Dimas Andrian, Anak Agung Veda Nandana, dan Adi Nugraha Dharmajaya.
Wiratama berharap, bahwa dengan dana yang diberikan oleh pemerintah, pemberdayaan ini akan membawa dampak positif bagi para petani. Mereka meyakini produk sabun kopi yang dihasilkan akan mampu bersaing di pasar, terutama dalam sektor pariwisata dan sebagai produk oleh-oleh.
Ketua Kelompok Petani Kopi Cipta Lestari, Dira, menyampaikan rasa syukur mereka atas adanya inisiatif kolaboratif ini dari dua perguruan tinggi. Ia optimis akan memproduksi dan memasarkan sabun tersebut kepada mitra-mitra, berharap bahwa dengan pelatihan dan kerja sama yang terjalin, produk sabun kopi dapat berhasil di pasaran.
ANTARA
Kampus di Bali Kembangkan Sabun Kopi untuk Pemberdayaan Petani
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Komentar (0)
Memuat komentar…







