BATAM –
**Borneonews - Batam**, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bersama Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memberikan perhatian khusus terhadap potensi ekonomi yang dimiliki Provinsi Kepri. Mereka menekankan pentingnya pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (*KEK*) sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik investasi di wilayah tersebut. Airlangga mengungkapkan bahwa Kepri memiliki jumlah kawasan ekonomi khusus terbanyak di Indonesia, menjadikannya pusat investasi yang sangat penting. Dengan adanya 31 kawasan industri yang tersebar di seluruh Batam, pihaknya berharap sektor industri daerah ini dapat terus tumbuh dan berkembang dengan pesat. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Kepri memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Hal ini dimungkinkan berkat dukungan berbagai inisiatif dan fasilitas yang tersedia di daerah tersebut. Dalam konteks global, dia mencatat bahwa Indonesia, khususnya Kepri, berada dalam posisi lima besar di antara negara-negara anggota *Group of 20 (G20)* dengan tingkat pertumbuhan rata-rata mencapai lima persen. Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad menambahkan bahwa setiap tahunnya, lebih dari 80 ribu kapal melakukan kegiatan ekonomi di Selat Malaka. Selain itu, lebih dari 70 ribu kontainer juga masuk ke Kepri melalui selat tersebut setiap tahunnya. Angka-angka ini menjadi gambaran nyata akan pentingnya Kepri dalam jalur perdagangan internasional, yang mendorong pemerintah pusat untuk memberikan perhatian ekstra melalui fasilitas perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang dikenal sebagai Kawasan Perdagangan Bebas atau *Free Trade Zone (FTZ)*. Ansar juga memaparkan bahwa Kepri memiliki beberapa kawasan ekonomi khusus yang strategis, seperti di Bintan untuk tambang bauksit, KEK di Kecamatan Belakangpadang, serta KEK Batam *Aerotechnic* yang berlokasi di Bandara Hang Nadim. Selain itu, Nongsa juga hadir dengan proyek *Nongsa Digital Park* yang inovatif. Baru-baru ini, dia menyoroti peresmian KEK Tanjung Sauh yang ditujukan untuk transisi energi *oil transition*, serta berbagai aktivitas lainnya. Gubernur Ansar optimis bahwa ekosistem ekonomi yang telah terbentuk ini akan terus berkembang. Ia berharap pengembangan serta peluncuran KEK baru di Kepri dapat menciptakan efek berganda (*multiplier effect*) yang signifikan bagi perekonomian provinsi ini. ANTARA