AMBON –
**Borneonews - Ternate**, Kepolisian Resort (Polres) Ternate, yang terletak di Maluku Utara, telah mengerahkan anjing pelacak sebagai bagian dari upaya pencarian korban banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Rua, Kota Ternate. Kepala Bagian Operasional Polres Ternate, AKP Fauzi, saat ditemui di Ternate pada hari Senin, menjelaskan bahwa hingga memasuki hari kedua proses pencarian masih berlangsung. Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan bantuan anjing pelacak yang dibawa oleh anggota polisi ke lokasi reruntuhan akibat banjir. Dalam pencarian ini, mereka berfokus pada tiga orang korban yang belum ditemukan, yakni Minanti Musa (39 tahun), Ajana Roman (5 tahun), dan Awana Alimudin (64 tahun). Selain menggunakan anjing pelacak, proses pencarian juga melibatkan beberapa unit alat berat seperti *excavator*. Ratusan petugas gabungan turut serta dalam operasi ini, menggunakan peralatan manual seperti sekop untuk membersihkan material lumpur yang menyelimuti lokasi bencana. Dari data yang berhasil dihimpun, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang telah mencapai 16 orang yang telah ditemukan dan teridentifikasi. Sementara itu, delapan orang lainnya mengalami luka-luka, dan masih terdapat tiga orang yang dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim SAR Gabungan. Rizal Marsaoly, yang menjabat sebagai Koordinator Posko Tanggap Darurat, mengimbau kepada seluruh masyarakat di Maluku Utara untuk bersama-sama mendoakan agar para korban yang hilang dapat segera ditemukan. Ia menjelaskan bahwa tantangan pencarian terbilang berat, mengingat ukuran batu-batu besar yang ada di lokasi banjir. Sementara itu, daftar nama korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi mencakup 16 orang, di antara mereka Ila Abas (49 tahun), Riyandi Rismon (26 tahun), Rafka Rismon (10 tahun), Roman Djais (41 tahun), Tarisa Cahya Ramadhan (22 tahun), Amir Taib (52 tahun), Aminah Hasan (30 tahun), Dirga Amir (13 tahun), Asifa Amir (11 tahun), Dilan Amir (5 tahun), Aburizal Iksan (13 tahun), Hasyim M Djan (55 tahun), Hajijah Utuh (52 tahun), Siti Hasyim (22 tahun), Farah Hasyim (19 tahun), dan Wan Abdullah (58 tahun). ANTARA