JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Basarnas bersama dengan komunitas relawan bencana di seluruh Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan efektivitas operasi pencarian dan pertolongan (*Search and Rescue*, SAR) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas layanan SAR dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Kepala Basarnas, Kusworo, menyatakan bahwa upaya kolaboratif ini tercermin dari peluncuran aplikasi "Uplot SAR" yang dirilis oleh Universitas Budi Luhur, serta saluran komunikasi terpadu melalui "call sign" yang disediakan oleh organisasi radio amatir. Dia menjelaskan bahwa semua inovasi ini merupakan bagian dari komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan efektivitas operasi SAR. Menurut Kusworo, kedua sistem teknologi yang diperkenalkan memiliki peranan krusial dalam mempercepat dan meningkatkan kualitas operasi pencarian dan pertolongan. Sebagai contoh, aplikasi "Uplot SAR", yang merupakan aplikasi pemetaan digital, mampu membantu personel Basarnas dalam menentukan lokasi bencana yang sulit dijangkau. Sementara itu, saluran radio "call sign" menyediakan platform komunikasi khusus untuk koordinasi antara relawan, pemilik saluran radio amatir, personel Basarnas, serta berbagai potensi SAR lainnya. Kusworo juga memberikan apresiasi atas inovasi yang telah diimplementasikan, terutama terhadap keberadaan saluran radio "call sign". Sebelumnya, saluran komunikasi yang digunakan oleh Basarnas dan komunitas SAR lainnya, termasuk TNI/Polri dan relawan, belum memiliki keterhubungan yang memadai. Hal ini sering kali menghambat kecepatan operasional, karena proses komunikasi menjadi terulang dan kurang efisien. Selain itu, pada kesempatan ini, Basarnas menandatangani kesepakatan kerjasama dengan komunitas SAR Dog Indonesia (SDI). Menurut Kusworo, kolaborasi ini sangat penting agar anggota tim serta anjing pelacak dapat segera dikerahkan dalam operasi pencarian korban di lokasi bencana dengan lebih cepat dan efektif. Dia menekankan bahwa semangat *quick action* harus menjadi pedoman bagi semua pihak yang terlibat. Setiap detik dalam misi SAR sangatlah berharga dan bisa menentukan keselamatan jiwa. Kusworo berharap agar hubungan yang erat antara Basarnas dan komunitas relawan kebencanaan dapat terus terjalin dengan baik, serta memberikan manfaat yang besar dalam meringankan beban masyarakat yang terkena musibah. ANTARA