**Borneonews - Moskow**, Alasan di balik penahanan Pavel Durov, pendiri dan CEO dari *Telegram*, di Prancis, dianggap oleh sejumlah legislator Jerman sebagai langkah strategis untuk memerangi oposisi. Steffen Kotre, seorang anggota parlemen dari partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD), menyampaikan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan RIA Novosti.
Durov ditahan pada malam hari tanggal 24 Agustus ketika ia berusaha meninggalkan Bandara Le Bourget menggunakan jet pribadi yang diduga berasal dari Azerbaijan. Kotre menjelaskan bahwa informasi tentang poin-poin yang mendasari penahanan tersebut masih samar, namun biasanya mudah untuk menemukan alasan di balik tindakan tersebut oleh pihak berwenang.
Kotre juga menekankan bahwa sejumlah media terkemuka Jerman sering kali menggambarkan *Telegram* sebagai wadah bagi kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan serta para ahli teori konspirasi. Namun, ia menambahkan bahwa platform tersebut juga memberikan perlindungan kepada penggunanya dan kelompok oposisi. Menurutnya, inilah faktor utama yang mendasari keputusan untuk mengadili Durov, di mana otoritas berusaha menegakkan tindakan terhadap pihak oposisi.
Durov, yang berusia 39 tahun dan merupakan warga negara Rusia sekaligus Prancis, kini termasuk dalam daftar orang yang dicari oleh otoritas Prancis. Pihak lembaga peradilan di negara tersebut menuduhnya terlibat dalam beberapa tindak kriminal, termasuk penolakan *Telegram* untuk bekerjasama dengan pihak berwenang. Tuduhan-tuduhan tersebut berpotensi menjurus pada berbagai kejahatan mulai dari terorisme, perdagangan narkoba, penipuan, hingga pencucian uang. Jika terbukti bersalah, Durov dapat menghadapi hukuman penjara selama dua dekade.
Mengenai masalah tersebut, Kedutaan Besar Rusia di Prancis mengungkapkan kepada Sputnik bahwa pihak berwenang di Prancis sejauh ini tidak menunjukkan itikad untuk bekerja sama terkait penahanan Durov. Keberadaan kasus ini diharapkan memberikan gambaran lebih luas tentang dinamika politik dan kebebasan berpendapat, khususnya dalam konteks aplikasi komunikasi yang sering digunakan untuk berkumpulnya berbagai opini di dunia maya.
ANTARA
Penahanan CEO Telegram Durov, Tindakan Terhadap Oposisi di Prancis
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
Komentar (0)
Memuat komentar…







