**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyatakan bahwa *Indonesia-China Youth Exchange Program (ICYEP) 2024* berperan penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok. Program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan serta wawasan generasi muda di kedua negara.
Dalam kegiatan yang diikuti oleh 46 mahasiswa, terdiri dari 26 mahasiswa Indonesia dan 20 mahasiswa Tiongkok, para peserta memperoleh pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal saat memasuki dunia kerja. Ketua Delegasi Indonesia dalam *ICYEP 2024*, Henny Syamsul, menyampaikan bahwa pengalaman ini merupakan salah satu momen terbaik bagi para peserta. Dia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi mereka dalam merencanakan langkah-langkah masa depan.
Selama kunjungan mereka ke Fujian, para delegasi Indonesia berkesempatan untuk mengunjungi berbagai lokasi penting. Mereka mengunjungi pabrik baterai *Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL)*, yang dikenal karena teknologi inovatifnya untuk kendaraan listrik. Selain itu, mereka juga melihat kawasan industri Yunhong yang menjadi pusat proyek *Two Countries Twin Park (TCTP)*, yaitu proyek kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok, serta industri Huagang Group yang mendukung berbagai merek global.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek industri dan teknologi. Para peserta juga mendapatkan pengalaman budaya yang berharga. Mereka menikmati kegiatan *bamboo rafting* di Taman Nasional Wuyi Shan, yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, serta menyaksikan pertunjukan seni Dahongpao yang menggambarkan filosofi teh khas Kota Wuyi.
Henny mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Fujian, Kementerian Luar Negeri, Provinsi Jawa Tengah, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dalam penyelenggaraan program ini. Menurutnya, *ICYEP* memberikan peluang bagi generasi muda Indonesia dan Tiongkok untuk saling mengenal serta mempelajari keanekaragaman budaya kedua negara, yang pada gilirannya dapat memperluas wawasan dan memperkuat persahabatan di antara mereka.
Melalui pelaksanaan *ICYEP*, Kemenko Marves berharap untuk dapat melanjutkan program serupa di masa mendatang, dengan tujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia. Hal ini demi mempersiapkan generasi penerus yang lebih siap menuju visi Indonesia Emas di masa depan.
ANTARA
Program ICYEP 2024, Membangun Jembatan Generasi Muda Indonesia dan Tiongkok
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







