JAKARTA –
**Borneonews - Lampung Timur**, Bendungan Margatiga yang baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo hadir sebagai solusi untuk meningkatkan pasokan air irigasi bagi lahan pertanian di Provinsi Lampung. Direktur Utama PT Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, mengungkapkan bahwa bendungan ini akan mengairi area pertanian seluas 16.588 hektare. Area yang akan terlayani oleh Bendungan Margatiga terdiri dari dua Daerah Irigasi (DI), yaitu DI Jabung Kiri seluas 5.638 hektare dan DI Jabung Kanan seluas 10.950 hektare. Kehadiran bendungan ini diharapkan dapat memperkuat status Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Dalam pernyataannya, Hanugroho menjelaskan pentingnya pasokan air yang terus menerus dari bendungan, yang memungkinkan petani melakukan penanaman hingga dua atau tiga kali dalam satu tahun. Hal ini tentunya berpotensi meningkatkan hasil pertanian dan memastikan keberlanjutan produksi pangan. Selama proses pembangunan Bendungan Margatiga, tim Waskita Karya menerapkan berbagai inovasi di bidang teknologi konstruksi. Salah satu inovasi utama yang digunakan adalah *Building Information Modelling* (BIM), yang memberikan kemudahan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek. Metode ini mencakup *Reality Modelling* pada tahap survei digital, serta pembuatan model tiga dimensi dan dokumen teknis lainnya. Pada tahap lebih lanjut, tim menerapkan 4D Sequencing dan 6D Sustainability untuk mengoptimalkan manajemen proyek. Inovasi ini tidak hanya bertujuan untuk efisiensi dalam proses konstruksi, tetapi juga untuk meningkatkan kolaborasi antar tim melalui berbagai aplikasi digital, sehingga pengelolaan dokumen menjadi lebih efektif. Hanugroho menuturkan bahwa di era digital seperti sekarang, pemanfaatan teknologi sangat penting dalam meningkatkan produktivitas, termasuk dalam sektor konstruksi. Salah satu contoh penerapan teknologi tersebut adalah penggunaan Buku Lapangan Digital yang menggantikan penggunaan kertas untuk meningkatkan aksesibilitas dan praktikalitas. Lebih jauh, manfaat dari penerapan BIM di Bendungan Margatiga tidak hanya terbatas pada pelaksanaan proyek, tetapi juga berkontribusi dalam kegiatan akademik. Tim proyek berhasil mempresentasikan paper berjudul *The Application of Modular Precast Concrete System on Sidewall* pada kongres *ICOLD* ke-27 yang diadakan di Marseille, Prancis. Proyek Bendungan Margatiga memerlukan anggaran sekitar Rp846 miliar dan merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh Waskita Karya. Dalam lima tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, Waskita telah memulai pembangunan sejumlah proyek strategis, termasuk bendungan ini. Dalam peresmian yang berlangsung di Kabupaten Lampung Timur, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya pengelolaan air untuk masyarakat. Dia menegaskan bahwa pembangunan bendungan memiliki tiga fokus utama: penyediaan air baku, irigasi bagi sawah, dan upaya pengurangan banjir. Dengan volume tampungan mencapai 42 juta meter kubik dan luas genangan 2.313 hektare, Bendungan Margatiga diharapkan dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dari berbagai aspek, baik ekonomi maupun sosial. ANTARA