JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Kremlin membantah adanya pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan CEO Telegram, Pavel Durov, selama kunjungan Putin ke Baku, ibu kota Azerbaijan. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada hari Senin. Saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai apakah Putin dan Durov bertemu di Baku pekan lalu, Peskov tegas menyatakan, "Tidak, Putin sama sekali tidak bertemu Durov." Pernyataan tersebut menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Terkait dengan penahanan Durov, Peskov menjelaskan bahwa Kremlin menganggap tidak tepat memberikan komentar terkait penangkapan tersebut saat ini. Ia menyatakan bahwa informasi tentang tuduhan terhadap Durov belum sepenuhnya jelas, dan belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang mengenai masalah ini. Pavel Durov, yang memiliki kewarganegaraan ganda Rusia dan Prancis, saat ini ditahan di Prancis. Ia menghadapi sejumlah tuduhan pidana yang berkaitan dengan penggunaan aplikasi *Telegram*. Tuduhan-tuduhan itu meliputi terorisme, perdagangan narkoba, pencucian uang, dan penipuan. Jika terbukti bersalah, Durov berisiko menghadapi hukuman penjara yang dapat mencapai 20 tahun. Situasi ini menambah kompleksitas perdebatan mengenai kebijakan luar negeri Rusia dan hubungan internasional dalam konteks keamanan digital dan teknologi komunikasi. Perkembangan lebih lanjut dari kasus ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang implikasi hukum dan sosial yang mungkin ditimbulkan. ANTARA