JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengemukakan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga acuan oleh *Federal Reserve* (The Fed) AS akan memberikan dampak signifikan terhadap pasar saham di Indonesia. Rencana pemangkasan suku bunga pada *Federal Open Market Committee* (FOMC) yang akan berlangsung pada tanggal 17-18 September 2024 diperkirakan akan mempengaruhi kondisi ini. "Melihat kondisi global saat ini, The Fed memang tengah mempertimbangkan untuk menurunkan tingkat bunga. Tentu ini akan memengaruhi situasi di pasar kita," ungkap Iman dalam sebuah konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta. Lebih lanjut, Iman menyoroti bahwa proses Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan di AS pada akhir tahun juga berkontribusi terhadap dinamika pasar saham di Indonesia. "Dampak dari Pemilu AS bisa sangat signifikan, tetapi semua isu ini sudah diperhitungkan oleh pasar. Kita berharap situasi domestik juga akan tetap kondusif," tambahnya. Iman juga menjelaskan bahwa persepsi pelaku pasar terhadap kondisi politik di Indonesia berpengaruh terhadap pergerakan indeks saham. Namun, ia meyakini bahwa kinerja makroekonomi Indonesia saat ini masih menunjukkan tanda-tanda positif. "Persepsi masyarakat terhadap situasi politik di negara kita berkontribusi pada kinerja indeks saham. Sampai hari ini, kondisi makroekonomi Indonesia tetap baik," tuturnya. Pada hari perdagangan Senin (26/08), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 7.619,90. Tercatat, terjadi 1.151.968 kali transaksi perdagangan saham, dengan total volume mencapai 16,59 miliar lembar saham senilai Rp12,41 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 360 mengalami kenaikan, 219 saham mengalami penurunan, dan 217 saham stagnan. ANTARA