BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Lampung Timur**, Direktur Jenderal Sumber Daya Air dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bob Arthur Lombogia, menjelaskan bahwa Bendungan Margatiga yang terletak di Lampung Timur akan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan irigasi dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Selatan. Luas area pertanian yang akan mendapatkan manfaat dari bendungan ini mencapai 16.588 hektare. Lebih lanjut, Bob Arthur Lombogia menyatakan bahwa keberadaan Bendungan Margatiga bakal menjadi aset penting bagi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. Dengan adanya bendungan tersebut, irigasi yang mencakup total luas 16.588 hektare dapat terpenuhi secara efektif. Khususnya, irigasi ini akan mengairi enam daerah di Lampung Timur, termasuk Kecamatan Jabung dan Kecamatan Pasir Sakti, sebanyak 5.638 hektare yang sudah berfungsi di Daerah Irigasi (DI) Jabung Kiri. Bendungan ini diproyeksikan dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari 150 persen menjadi 250 persen, yang berarti petani di wilayah ini berpotensi untuk mendapatkan dua kali panen dalam satu musim. Ia juga menekankan bahwa Bendungan Margatiga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampungan air dan sekaligus mendukung Provinsi Lampung sebagai lumbung pangan nasional. Menurut informasi yang diperoleh, potensi area pertanian yang akan diuntungkan melalui pengairan ini mencakup 10.950 hektare di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sragi dan Kecamatan Palas di Lampung Selatan. Dengan adanya irigasi ini, indeks pertanaman di area tersebut dapat meningkat hingga 250 hektare. Salah seorang petani lokal bernama Nasir menyampaikan harapannya bahwa Bendungan Margatiga mampu memberikan dukungan kepada para petani untuk mengairi sawah mereka. Ia optimis bahwa ketersediaan air yang melimpah akan meningkatkan hasil produksi pertanian di daerah tersebut. Sebagai catatan, Bendungan Margatiga yang berada di Kabupaten Lampung Timur memiliki kapasitas tampung air sekitar 42,31 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 2.217,84 hektare. Proses pembangunan bendungan ini telah dilakukan sejak tahun 2017 hingga 2022, dengan total biaya mencapai Rp846 miliar. ANTARA