JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko kebakaran, terutama saat menghadapi fenomena cuaca panas. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Gulkarmat, Satriadi Gunawan, yang menekankan pentingnya melakukan upaya pencegahan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran. Meskipun kondisi cuaca panas saat ini di Indonesia tidak dikategorikan sebagai *heatwave*, Satriadi mengingatkan bahwa ancaman kebakaran tetap ada. Menurutnya, fenomena suhu panas yang sedang terjadi disebabkan oleh perubahan musim yang menjadi siklus tahunan. Lebih lanjut, Satriadi menjelaskan bahwa suhu yang tinggi berdampak pada pola konsumsi listrik masyarakat. Kenaikan penggunaan listrik yang tidak bijaksana dapat meningkatkan risiko kerusakan pada perangkat elektronik serta kabel listrik akibat korsleting. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat listrik. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan meliputi mematikan serta mencabut kabel listrik dari soket ketika tidak digunakan. Selain itu, penting juga untuk tidak meninggalkan peralatan listrik dalam keadaan menyala atau terhubung ke sumber listrik ketika tidak ada orang di rumah. Penggunaan steker yang bertumpuk juga sebaiknya dihindari, agar tidak menambah beban listrik secara berlebihan. Di samping itu, masyarakat disarankan untuk tidak membakar sampah sembarangan dan membuang puntung rokok di tempat yang tidak semestinya, karena hal itu dapat memicu kebakaran. Juga, saat memasak, penting untuk tidak meninggalkan kompor menyala dan mematikan kompor sebelum meninggalkan rumah. Satriadi menegaskan bahwa masyarakat dapat menghubungi layanan pemadaman kebakaran dan penyelamatan di nomor telepon 112 (Jakarta Siaga) atau ke pos pemadam terdekat tanpa dikenakan biaya apapun. Sejak awal tahun ini, sudah terjadi sejumlah insiden kebakaran di Jakarta. Pada bulan Juli, misalnya, kebakaran menghanguskan 18 ruang bangunan di SDN 01 Pondok Bambu, Jakarta Timur. Terbaru, sebanyak 3.019 jiwa dari 1.050 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat kebakaran yang melanda permukiman padat di Jalan Remaja 5, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Kebakaran tersebut disebabkan oleh korsleting saat pengisian daya ponsel salah satu warga. Dalam insiden yang paling baru, kebakaran terjadi di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kebakaran ini diduga disebabkan oleh korsleting listrik dan mengakibatkan 86 personel Gulkarmat Jakarta Selatan dikerahkan untuk memadamkan api. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, dengan api diduga berasal dari panel listrik yang terbakar. ANTARA