**Borneonews - Surabaya**, Pemerintah Kota Surabaya, yang terletak di Jawa Timur, berkomitmen untuk menciptakan generasi yang berkualitas melalui pembentukan Asrama Anak Asuh Bibit Unggul. Asrama ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat pendidikan bagi anak-anak penerima program *1 Keluarga 1 Sarjana*.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada kesempatan pembukaan Asrama Bibit Unggul, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pengusaha yang telah memberikan dukungan signifikan dalam proyek ini. Dikatakannya, kontribusi dari para pengusaha sangat berpengaruh dalam membantu pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah tersebut. "Asrama Bibit Unggul ini sebenarnya bukan hanya milik pemerintah kota ataupun saya sebagai wali kota. Ini adalah aset bagi seluruh masyarakat Surabaya yang memiliki semangat untuk berkontribusi," ungkapnya.
Dalam pengelolaannya, anak-anak yang tinggal di Asrama Bibit Unggul akan mendapatkan pendidikan akademis serta dilatih dalam program kebangsaan. Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk karakter disiplin dan mandiri selama tiga tahun hingga mereka siap terjun ke dunia kerja. Cahyadi berharap, melalui program ini, anak-anak dari latar belakang ekonomi rendah dapat mengejar cita-cita mereka setinggi mungkin dan memberikan perubahan positif bagi keluarga mereka.
Pemkot Surabaya juga menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, seperti Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Hang Tuah Surabaya. "Anak-anak yang terdaftar di Poltekkes akan menjalani praktik di RSUD dr Soetomo, sementara mereka yang belajar di Stikes maupun perguruan tinggi negeri lainnya akan menjalani pendidikan di kampus masing-masing," jelas Cahyadi.
Lebih dari sekadar tempat tinggal, Asrama Bibit Unggul juga menyediakan pendidikan tentang etika dan karakter. Di asrama ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan tempat tinggal, tetapi juga uang saku dan tiga kali makanan gratis setiap hari. "Asrama ini berfungsi sebagai rumah kedua bagi mereka, dengan tambahan program pendidikan kebangsaan yang mencakup kegiatan shalat malam dan pelaksanaan shalat berjamaah lima waktu, yang semuanya bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan," tambahnya.
Asrama ini dirancang dengan memisahkan lokasi tinggal berdasarkan jenis kelamin. Anak-anak laki-laki ditempatkan di gedung asrama sisi barat, sedangkan anak perempuan di sisi utara. Selain itu, Asrama Bibit Unggul juga memberikan ruang bagi 51 anak-anak istimewa dan 25 lansia perempuan.
Wali Kota Eri Cahyadi menekankan pentingnya pengajaran rasa empati kepada anak-anak penerima program. Melalui tinggal bersama anak-anak istimewa dan lansia, diharapkan mereka dapat belajar untuk menghargai dan berkontribusi pada komunitas mereka. "Kami ingin mereka memiliki jiwa Pancasila dan menghormati kaum lansia dan anak-anak dengan disabilitas, sehingga saat mereka berada di masyarakat, mereka sudah memiliki rasa empati yang tinggi," tuturnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Anna Fajrihatin, mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 138 anak yang mengikuti program pendidikan *1 Keluarga 1 Sarjana* di Asrama Bibit Unggul. Dia juga menuturkan bahwa jumlah tersebut diharapkan terus bertambah, seiring dengan proses seleksi bagi mahasiswa baru yang sedang berjalan. "Baru-baru ini, beberapa anak sudah mulai mengikuti kelas di Poltekkes secara daring, dan Alhamdulillah sekarang mereka dapat belajar secara langsung di Asrama Bibit Unggul," ujarnya.
ANTARA
Pemerintah Surabaya Luncurkan Asrama Bibit Unggul untuk Generasi Emas
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
Komentar (0)
Memuat komentar…







