SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Gempa bumi yang terjadi di wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada pukul 19.57 WIB, Senin malam, telah dirasakan hingga ke Solo dan beberapa daerah sekitarnya. Menurut data, gempa tersebut berlokasi 95 km barat daya Gunungkidul dengan kedalaman mencapai 30 km. Desi Vitriani, seorang warga yang tinggal di Pojok Mulur, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengatakan bahwa dia merasakan getaran yang cukup kuat akibat gempa tersebut. Sekitar pukul 20.30 WIB, Desi dan tetangga-tetangganya masih berada di luar rumah sebagai langkah antisipasi untuk kemungkinan terjadinya gempa susulan. "Saya baru saja berbaring, tiba-tiba merasakan gempa. Lampu di rumah saya bergerak dengan cepat," ungkapnya. Kejadian ini membuat para penduduk sekitar segera beraksi. Di lingkungan tempat tinggalnya, suara kentongan sebagai tanda bahaya pun dibunyikan oleh tetangga. "Saya merasakan getaran selama kurang lebih 10 detik. Kami langsung berlari keluar rumah ketika mendengar suara kentongan," tambah Desi. Hal serupa juga dirasakan oleh Larasati, seorang warga di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Bersama suami dan anaknya, ia langsung keluar rumah saat merasakan guncangan tersebut. "Awalnya gempanya terasa pelan, kemudian semakin kencang. Kami tidak ragu dan segera lari ke luar rumah," tuturnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan bahwa gempa dengan kekuatan *magnitudo* 5.8 ini tidak menimbulkan potensi tsunami. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada dan menjaga kondisi keselamatan mereka. ANTARA