**Borneonews - Sampit**, Program Beasiswa Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) tahun 2024 memberikan dukungan kepada putra-putri yang tinggal di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang berada di provinsi Kalimantan Tengah. Beasiswa ini bertujuan untuk membantu mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Staf Ahli Bupati Kotim, Rusmiati, saat memberikan informasi di Sampit menjelaskan bahwa pada tahun 2024, sebanyak 31 orang anak dari kabupaten tersebut akan menerima beasiswa SDMPKS. Dia menegaskan bahwa penerimaan beasiswa ini merupakan hiji langkah positif dari pemerintah dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui studi lanjut ke level yang lebih tinggi.
Rusmiati menyatakan bahwa program beasiswa SDMPKS ini merupakan inisiatif dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), yang berfokus pada pengembangan dan kualitas SDM dalam industri kelapa sawit. Menurutnya, pengembangan SDM adalah salah satu elemen kunci dalam mencapai pengelolaan kebun sawit yang lebih baik dan berkelanjutan, yang sejalan dengan visi daerah. Visi tersebut mencakup nilai-nilai demokratis, keadilan, kemajuan, keamanan, keindahan berkelanjutan, kemandirian, ketakwaan, profesionalisme, serta perdamaian dan stabilitas.
Dengan adanya 55 perusahaan besar swasta kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kotim dan sekitarnya, kami berharap hal ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi putra-putri daerah agar mereka bisa berkontribusi kembali ke daerah asalnya,katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Sepnita, mengungkapkan bahwa program beasiswa SDMPKS ini telah berjalan sejak tahun 2022. Dengan demikian, tahun ini menjadi tahun ketiga Kotim berpartisipasi dalam program beasiswa ini, memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.
Sebanyak 31 calon mahasiswa yang mendapatkan beasiswa kali ini telah diterima melalui jalur afirmasi dan reguler, yang tersebar di beberapa jenjang pendidikan serta institusi di Pulau Jawa dan Sumatera. Meskipun awalnya terdapat 33 orang yang diterima untuk mendapatkan beasiswa, dua di antaranya memilih untuk mengundurkan diri sehingga yang berangkat hanya 31 orang.
Sepnita menegaskan bahwa jumlah penerima beasiswa dari Kotim tergolong signifikan jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Hal ini berkat upaya Bupati Kotim, Halikinnor, yang secara aktif mendekati berbagai pemangku kepentingan untuk memperjuangkan alokasi beasiswa bagi masyarakat Kotim.
Penerimaan untuk beasiswa SDMPKS dibuka melalui dua jalur. Akan tetapi, jalur afirmasi sebenarnya hanya ditujukan untuk daerah-daerah yang termasuk dalam kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sementara Kotim sendiri tidak termasuk dalam kategori tersebut. Untuk itu, Bupati Kotim melakukan pendekatan kepada BPDPKS dan pihak terkait lainnya agar jika ada kuota untuk jalur afirmasi yang tidak terisi, dapat dialokasikan untuk warga Kotim.
Usaha tersebut membuahkan hasil, dan hampir setengah dari para calon mahasiswa yang mendapatkan beasiswa melalui jalur tersebut diizinkan untuk berpartisipasi. Saat ini, para penerima beasiswa sedang dikirim ke berbagai universitas dan akademi yang terletak di Pulau Jawa dan Sumatera.
Mereka yang menerima beasiswa ini akan menempuh program pendidikan mulai dari D1, D3, D4 hingga S1. Semua biaya pendidikan, akomodasi, dan kebutuhan selama studi akan ditanggung oleh BPDPKS, tambah Sepnita.
Sepnita juga mencatat bahwa lulusan dari program beasiswa SDMPKS memiliki peluang besar untuk mendapatkan pekerjaan. Banyak dari mereka yang setelah menyelesaikan studi, akan dipekerjakan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit.
ANTARA
Beasiswa SDMPKS Bantu Putra-Putri Kotim Melanjutkan Pendidikan
Bagikan:

PALANGKARAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Komentar (0)
Memuat komentar…







