SEMARANG –
**Borneonews - Semarang**, Kepolisian melakukan pembubaran secara paksa terhadap demonstrasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa di depan kantor DPRD Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin petang. Aksi ini menjadi semakin intensif setelah terjadi beberapa ketegangan antara pihak kepolisian dan para demonstran. Awalnya, demonstrasi mahasiswa ini direncanakan berlangsung di kantor DPRD Jawa Tengah yang terletak di Jalan Pahlawan. Namun, dalam perjalanan, rombongan mahasiswa yang menggunakan sepeda motor beralih dan memutuskan untuk melanjutkan aksi mereka di depan kantor DPRD Kota Semarang yang berada di Jalan Pemuda. Dalam proses tersebut, mahasiswa terlihat melakukan tindakan merusak, termasuk menghancurkan dua pintu gerbang kompleks kantor. Ketegangan semakin meningkat ketika terdapat saling dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan. Menariknya, kehadiran puluhan siswa dari sekolah menengah kejuruan (SMK) yang bergabung dalam aksi menambah semarak dan memanaskan suasana yang sudah cukup tegang. Menyikapi situasi yang tidak kondusif, pihak kepolisian mengambil langkah tegas untuk menghentikan aksi pada malam hari. Mereka menggunakan kendaraan meriam air dan menembakkan gas air mata untuk mendorong para demonstran menjauh dari lokasi aksi ke arah Utara di Jalan Pemuda. Kombes Pol. Artanto, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, menjelaskan bahwa sekitar 1.500 personel kepolisian dikerahkan untuk mengawal situasi selama demonstrasi berlangsung. Tujuan utama dari pengamanan tersebut adalah untuk memastikan bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan dengan cara yang bermartabat. Selain itu, pihak kepolisian juga bertujuan agar demonstrasi tidak berdampak negatif bagi masyarakat sekitar. ANTARA