**Borneonews - Depok**, Siswa berprestasi dari SMA Negeri 1 Bekasi, Haryo Purwodiningrat, berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dengan *uang kuliah tunggal* (UKT) yang terjangkau sebesar Rp2 juta per semester hingga menyelesaikan studinya.
Haryo diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan berhasil melewati semua tahapan seleksi yang diadakan. Ia dinyatakan sebagai mahasiswa baru UI pada tahun 2024. Saat mengetahui hasil tersebut, Haryo mengungkapkan, "Saya merasa sangat senang, bersyukur, dan lega. Seluruh usaha dan doa yang saya panjatkan akhirnya membuahkan hasil. Saya yakin tanpa campur tangan Tuhan, saya tidak akan bisa mencapai titik ini."
Sebelum diterima di FKUI, Haryo dikenal sebagai siswa berprestasi di sekolahnya. Ia telah meraih lebih dari 30 prestasi di berbagai ajang kompetisi baik di tingkat daerah maupun nasional. Beberapa di antaranya termasuk Medali Perunggu pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2023, serta meraih juara pertama dalam National Medical and General Biology Competition (NMGBC) 2024 di FKUI, dan beberapa kompetisi biologi di universitas terkemuka seperti Universitas Airlangga dan Universitas Padjajaran.
Meskipun Haryo memiliki segudang prestasi, ia awalnya meragukan kemampuannya untuk melanjutkan kuliah di bidang kedokteran. Keinginannya untuk menjadi dokter sangat besar, namun biaya yang tinggi menjadi pertimbangan tersendiri. "Banyak yang mengatakan bahwa kuliah kedokteran itu sangat mahal. Saya bingung dengan kondisi keuangan keluarga yang terbatas, apakah mungkin bagi saya untuk mengejar cita-cita ini?" ujarnya.
Namun, semangat Haryo tidak padam. Ia mulai menggali informasi mengenai jalur penerimaan dan biaya kuliah di berbagai universitas. Dari hasil penelusurannya, Haryo menemukan bahwa FKUI memberikan fasilitas penentuan UKT berdasarkan kondisi ekonomi keluarga. Selain itu, terdapat juga berbagai kesempatan mendapatkan beasiswa, baik dari dalam maupun luar universitas.
Didukung oleh ibunya, Henrietta Agustina, yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga dan mengelola sebuah warung makan dengan penghasilan sekitar Rp1,52 juta per bulan, Haryo akhirnya memutuskan untuk mendaftar ke FKUI. "Saya harus berusaha serius untuk bisa masuk ke FKUI. Saya meningkatkan nilai rapor, meraih sebanyak mungkin prestasi, dan terus berdoa agar dapat lolos di jalur SNBP," katanya.
Untuk mempersiapkan ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Haryo belajar dengan keras. Ia mengakui bahwa salah satu tantangan terberat yang dihadapinya adalah saat berjuang dalam ajang OSN. "Syukurlah, saya menemukan titik balik yang memberi saya kekuatan untuk melanjutkan perjuangan ini," tuturnya.
Kini, semua usaha dan kerja keras yang dilakukan Haryo membuahkan hasil manis. Dia resmi dinyatakan diterima di FKUI melalui jalur SNBP, dan pencapaian ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga bagi ibunya. Henrietta merasa sangat terharu dan bersyukur atas keberhasilan putranya. "Saya sangat terharu. Terima kasih kepada FKUI, anak saya diterima di sini dan mendapatkan UKT hanya Rp2 juta per semester," ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Keberhasilan yang diraih Haryo pun menjadi inspirasi bagi banyak orang dengan cita-cita tinggi. Plh. Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), M.P.H, juga menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Haryo. "FKUI hingga saat ini masih menjadi fakultas kedokteran terbaik di Indonesia berkat mahasiswa yang cerdas. Haryo telah membuktikan bahwa kuliah di FKUI tidak harus mahal. Semoga ia dapat meraih lebih banyak prestasi di masa depan mengingat banyaknya kesempatan yang ada di FKUI," katanya.
ANTARA
Siswa SMAN 1 Bekasi Masuk FKUI dengan UKT Terjangkau dan Prestasi
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Komentar (0)
Memuat komentar…







