MANADO –
**Borneonews - Manado**, Badan Geologi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta kepada masyarakat agar mematuhi radius bahaya yang telah ditetapkan untuk Gunung Awu, yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Awu masih berada pada level tiga, yang berarti statusnya adalah *Siaga*. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), P Hadi Wijaya, melalui laporan aktivitas gunung berapi yang berlangsung antara 8 hingga 15 Agustus, yang dibagikan dalam grup percakapan 'Info Gunung Api Sitaro'. Dalam laporan tersebut, pengamatan visual menunjukkan adanya kegempaan dan deformasi, yang mengindikasikan bahwa proses intrusi magma masih berlangsung di kedalaman, menuju permukaan, serta akumulasi tekanan yang terus terdeteksi secara instrumental. Perekaman gempa vulkanik dalam dan dangkal menunjukkan adanya fluktuasi, yang mengindikasikan aktivitas vulkanik yang belum stabil. Selain itu, pola deformasi yang tercatat masih mengalami inflasi di Stasiun Puncak, serta terdeteksinya gempa dengan frekuensi rendah sejak bulan Mei hingga Agustus 2024, menandakan adanya tekanan yang terakumulasi di kedalaman dan pergerakan magma yang signifikan. Hadi Wijaya juga mengingatkan bahwa peningkatan jumlah kegempaan ini berpotensi memicu pelepasan tekanan secara tiba-tiba yang dapat menyebabkan erupsi eksplosif. Peningkatan aktivitas gempa tektonik lokal dengan intensitas besar juga dapat menjadi pemicu bagi aktivitas vulkanik di Pulau Sangihe. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa yang memiliki energi tinggi dan berlangsung terus-menerus, yang dapat mendorong kubah lava dan berpotensi menyebabkan erupsi. Disebutkan juga bahwa peningkatan aktivitas gempa dangkal yang cukup lama ini menunjukkan bahwa akumulasi tekanan di kedalaman dangkal telah berlangsung selama periode yang cukup signifikan. Hal ini menjadi indikator potensi terjadinya erupsi eksplosif, yang dalam beberapa kasus di masa lalu disertai dengan kemunculan awan panas. Dalam situasi ini, Hadi menekankan pentingnya bagi masyarakat dan wisatawan untuk tidak memasuki serta beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat kawah Gunung Awu. Masyarakat diharapkan untuk selalu mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui PVMBG. Selain itu, diharapkan agar masyarakat tidak terpancing oleh berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait aktivitas Gunung Awu, dan selalu mengikuti arahan dari instansi terkait yang berwenang. ANTARA