BOGOR –
**Borneonews - Kabupaten Bekasi**, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjalin kerja sama dengan perusahaan Telkomsel untuk mengatasi permasalahan akses sinyal komunikasi di wilayah yang mengalami kesulitan, termasuk jaringan internet yang dikenal dengan istilah *blank spot*. Kepala Diskominfosantik, Yan Yan Akhmad Kurnia, menyampaikan bahwa masalah *blank spot* seringkali dikeluhkan oleh masyarakat di beberapa daerah. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah yang berkomitmen untuk menciptakan solusi. Ia menegaskan, "Sinyal telekomunikasi dan internet merupakan aspek penting yang dapat mendorong percepatan digitalisasi serta pengembangan konsep *smart city* di Kabupaten Bekasi. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan meningkatkan kerja sama dengan Telkomsel." Dia juga menyebutkan bahwa tahap awal penjajakan kerja sama telah dimulai dengan diadakannya rapat untuk membahas skema penanganan masalah di wilayah dengan sinyal yang lemah. Langkah ini bertujuan untuk merumuskan konvensi dalam mengatasi kekurangan akses sinyal, serta memperkuat sinyal di lokasi-lokasi strategis, termasuk di kompleks perkantoran pemerintahan daerah. Lebih lanjut, Yan Yan menjelaskan tentang program *smart city* yang sedang direncanakan, yang membutuhkan infrastruktur jaringan yang handal. Tidak hanya bergantung pada jaringan pemerintah, tetapi juga memanfaatkan jaringan dari operator telekomunikasi. "Kami ingin mengajukan penguatan sinyal di pusat pemerintahan. Harapan kami, dalam waktu dekat semua wilayah akan terhubung dengan jaringan 5G," ungkapnya. Dia mengharapkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan Telkomsel dapat memperkuat infrastruktur jaringan internet di Kabupaten Bekasi. Langkah ini dianggap penting untuk mendukung kemajuan pembangunan daerah, terutama dalam aspek telekomunikasi. "Tidak ada manfaatnya memiliki aplikasi modern dan menjalankan pemerintahan berbasis elektronik jika masyarakat tidak dapat mengakses layanan tersebut karena kendala sinyal yang ada," imbuhnya. Yan Yan juga menegaskan bahwa pembahasan mengenai kerja sama antara kedua belah pihak, baik dari segi mekanisme maupun teknis, akan terus berlanjut. Ini mencakup inventarisasi wilayah yang mengalami kendala sinyal dengan melakukan identifikasi radius yang dilayani oleh berbagai operator telekomunikasi. "Kita akan mengidentifikasi area yang tidak terjangkau oleh operator mana pun. Wilayah-wilayah tersebut akan menjadi prioritas kami bersama Telkomsel untuk dicari solusinya," tegasnya. ANTARA