JAKARTA –
**Borneonews - Kepulauan Seribu**, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta melibatkan masyarakat setempat dalam upaya pengawasan obat dan makanan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua produk yang dikonsumsi oleh penduduk di wilayah tersebut memenuhi standar kualitas dan kelayakan. Kepala BPOM DKI Jakarta, Sofiani Chandrawati Anwar, menyatakan bahwa kegiatan ini melibatkan 100 warga di Pulau Pramuka. Partisipasi tersebut ditujukan agar masyarakat dapat mengenali produk obat dan makanan yang berkualitas serta memenuhi kriteria keamanan, manfaat, dan mutu yang ditetapkan. Sosialisasi juga dilakukan kepada pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan ibu rumah tangga. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan Pemberdayaan Masyarakat dengan fokus pada Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (*KIE*) mengenai obat dan makanan, yang berlangsung di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara. Diharapkan, sosialisasi ini mampu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya memilih produk obat dan makanan yang berkualitas serta sesuai dengan standar yang ada. Sofiani menekankan bahwa salah satu tugas utama BPOM adalah memberdayakan masyarakat untuk menjaga keamanan dan mutu obat serta makanan yang beredar di lingkungan mereka. Dalam melaksanakan pengawasan, BPOM mengedepankan tiga pilar penting. Pertama, peran pemerintah yang bertanggung jawab memastikan bahwa produk obat dan makanan yang beredar aman dan bermutu. Kedua, pelaku usaha harus memastikan bahwa produk yang mereka daftarkan tetap terjamin keamanan dan kualitasnya. Ketiga, masyarakat berperan sebagai konsumen yang cerdas dalam memilih produk berkualitas. Pengawasan terhadap obat dan makanan di Kepulauan Seribu dilakukan secara rutin. BPOM melakukan pemeriksaan terhadap sarana distribusi dan produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha. Selain itu, kegiatan pengujian laboratorium keliling juga dilaksanakan untuk mengambil sampel dan melakukan pengujian terhadap produk yang beredar di wilayah tersebut. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan di Kepulauan Seribu. Sofiani berharap kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta menegaskan kehadiran BPOM di tengah mereka. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, Murniasi Hutapea, menjelaskan bahwa kerjasama dengan BPOM DKI Jakarta merupakan program tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan literasi masyarakat mengenai pentingnya pengolahan makanan yang aman dan bergizi. Ia menambahkan bahwa pengawasan terhadap industri rumah tangga di Kepulauan Seribu terus dilakukan dan sejauh ini, produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha dinilai aman, berkualitas, bergizi, dan sehat. ANTARA