JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu berkomitmen untuk mencegah penyebaran *monkeypox* atau cacar monyet di wilayahnya melalui program edukasi yang menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Langkah ini diambil meskipun hingga saat ini belum ada laporan kasus cacar monyet di daerah tersebut. Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, Murniasi Hutapea, menjelaskan bahwa pencegahan tetap menjadi prioritas untuk menghindari potensi penyebaran virus. "Kami secara rutin melakukan sosialisasi tentang PHBS kepada masyarakat," ujarnya. Dalam program ini, penguatan perilaku seperti mencuci tangan secara rutin, menerapkan pola hidup sehat, dan menggunakan masker ketika sakit adalah beberapa langkah awal yang disarankan. Murniasi juga menekankan pentingnya vaksinasi bagi kelompok rentan yang berisiko tinggi tertular. "Selalu lakukan cuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabun, serta memakai masker ketika diperlukan," tambahnya. Jika gejala mulai muncul, masyarakat diimbau untuk segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat sesuai protokol yang ada. Dalam upaya menanggulangi penyebaran *monkeypox*, pihaknya menjalankan sistem pencegahan yang melibatkan promosi kesehatan terkait penularan dan pencegahan penyakit ini. Murniasi menjelaskan bahwa cacar monyet umumnya menimbulkan gejala yang ringan dan kebanyakan pasien dapat sembuh dalam waktu dua hingga empat minggu, tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing. Orang-orang yang memiliki riwayat kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi menjadi kelompok paling berisiko. Penyakit ini dapat menular melalui ruam yang muncul pada pasien, serta melalui kontak langsung seperti tatap muka, kulit ke kulit, ataupun melalui perilaku seksual. Meskipun status pandemi cacar monyet telah dicabut oleh WHO pada 5 Mei 2023, kasus ini tetap menjadi perhatian di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta. Pada tanggal 20 Agustus 2024, pemerintah setempat menerbitkan surat edaran tentang peningkatan kewaspadaan terhadap *monkeypox* di pintu masuk pelabuhan dan bandar udara yang melayani lalu lintas domestik. Tindakan ini diharapkan menjadi langkah preventif untuk mengendalikan penyebaran penyakit. Data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat total 59 kasus terkonfirmasi *monkeypox* di wilayah ini dari Agustus 2022 hingga Februari 2024, serta 10 kasus lainnya di luar DKI Jakarta. Upaya pengendalian dan pencegahan yang terus dilakukan diharapkan dapat menurunkan potensi penyebaran penyakit yang berbahaya ini. ANTARA