**Borneonews - Semarang**, Puluhan mahasiswa terpaksa mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit setelah terlibat dalam aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kota Semarang pada Senin malam. Tuti Wijaya, yang bertindak sebagai kuasa hukum Gerakan Rakyat Menggugat di Jawa Tengah, melaporkan bahwa sekitar 33 orang mengalami berbagai masalah kesehatan akibat insiden tersebut.
Berdasarkan keterangan Tuti, banyak dari mereka yang mengalami sesak napas, sementara beberapa di antaranya juga terlihat dengan luka di bagian kepala. Setelah kerusuhan sempat terjadi, pihak kepolisian mengamankan 6 mahasiswa dan 21 pelajar yang turut serta dalam demonstrasi tersebut.
Tuti menambahkan bahwa saat ini para pelajar dan mahasiswa masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Semarang hingga malam. Dia menjelaskan bahwa ini adalah data awal dan mereka belum dapat melakukan pendampingan kepada para mahasiswa yang terlibat.
Ia mengemukakan pentingnya pendampingan hukum, terutama bagi anak-anak di bawah umur, yang seharusnya didampingi oleh kuasa hukum atau walinya saat menjalani proses pemeriksaan. Oleh karena itu, Tuti meminta kepolisian untuk memberikan akses yang lebih luas bagi pihak kuasa hukum untuk mendampingi klien mereka.
Di sisi lain, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap keterlibatan siswa SMK dalam aksi tersebut yang berujung pada kericuhan. "Kami sangat menyesalkan mahasiswa yang sampai melibatkan siswa SMK, yang akhirnya terprovokasi," ujarnya.
Dalam penjelasannya, Irwan mengungkapkan bahwa siswa yang masih mengenakan seragam sekolah tersebut tidak hanya terlibat dalam aksi protes, tetapi juga mendatangkan peralatan seperti kayu panjang dan berpartisipasi dalam melempari petugas kepolisian. Parahnya, Wakil Kepala Intel Polrestabes Semarang juga mengalami luka akibat lemparan kayu dari para demonstran.
Sebelum kericuhan tersebut, pihak kepolisian sempat membubarkan aksi para mahasiswa dengan paksa di depan Kantor DPRD Kota Semarang. Aksi dorong-mendorong antara mahasiswa dan aparat keamanan tak terhindarkan, dan sejumlah kerusakan terlihat pada dua pintu gerbang kompleks kantor yang terletak berdekatan dengan kantor Wali Kota Semarang.
Dalam upaya untuk mengendalikan situasi, polisi terpaksa menggunakan mobil *water cannon* dan menembakkan gas air mata untuk menghalau massa mahasiswa yang semakin tidak terkendali di Jalan Pemuda.
ANTARA
Puluhan Mahasiswa Terluka Akibat Kericuhan di Semarang
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Komentar (0)
Memuat komentar…







