BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengobatan gratis yang digelar Polda Kalimantan Tengah di Jalan A Yani depan Pasar Besar Palangka Raya, Sabtu (2/7/2016), terlihat sepi. Sangat jarang warga yang mau mendatangi pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya itu.

Bahkan pelayanan yang melibatkan Biddokkes Polda Kalteng, RS Bhayangkara, Jasa Raharja dengan pengamanan sejumlah personil Polri dan TNI itu sempat memiliki jeda lama tidak ada masyarakat yang datang mengecek kesehatan maupun berobat.

Padahal, pengobatan gratis itu dibagi menjadi dua tempat dan terletak berdampingan. Diduga, sepinya animo masyarakat untuk memanfaatkan pengobatan gratis tersebut gara-gara warga sibuk ke pasar menjelang hari raya.

Dari pantauan Borneonews, Jalan A Yani sangat padat. Sehingga pengendara harus berkendara pelan-pelan.

Sampai pada pukul 10.40 WIB, ada 40 masing-masing 20 warga dari dua tempat itu yang melakukan pengecekan kesehatan. Melihat sepinya animo, salah satu masyarakat yang sempat mengecek ksehatan menyayangkan hal itu.

"Ini kan gratis, sayang kalau tidak dimanfaatkan. Hal seperti ini sangat membantu masyarakat. Saya cuma mengecek kesehatan," kata Yudi kepada Borneonews sesaat sebelum dia bersama istri mudik ke Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau.

Dokter yang menangani pengobatan gratis itu yakni dr  Valerie Clien, dokter gigir dari Biddokes Polda Kalteng dan dr Rini Wulandari dari RS Bhayangkara. Mereka dibantu delapan medis, dua non medis dan lima dari Jasa Raharja.

"Kita sudah umumkan dan tadi juga kita umumkan. Padahal kalau berobat diluar bisa mahal," kata Valerie Clien yang juga menduga banyak masyarakat memilih ke pasar.

Dia menambahkan, pelaksanaan pengobatan gratis hanya belangsung hari ini. Targetnya adalah 100 warga yang mendapatkan pelayanan gratis. (BUDI YULIANTO/m)