JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Manajemen tim Semen Padang, yang dikenal dengan julukan *Kabau Sirah*, berencana untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pelatih Hendri Susilo. Langkah ini diambil setelah tim berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 melawan PSS Sleman dalam pertandingan Liga 1 yang berlangsung pada hari Senin. Pertandingan tersebut diselenggarakan di Stadion Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta. Kemenangan ini merupakan yang pertama bagi Semen Padang di Liga 1 musim ini, setelah mereka mengalami dua kekalahan sebelumnya dari Borneo FC dan Bali United. Pemain asing asal Nigeria, Kenneth Ngwoke, menjadi pahlawan bagi tim dengan mencetak gol tunggal melalui eksekusi penalti yang dilakukan pada menit keempat. Setelah pertandingan, Andre Rosiade, penasihat tim, menyatakan bahwa manajemen telah melakukan evaluasi selama dua pekan terakhir dan tindakan lebih lanjut mungkin akan diambil setelah satu pertandingan mendatang. Ia mengungkapkan bahwa manajemen telah menerima sekitar 20 nama pelatih yang bisa menjadi pilihan jika keputusan untuk mengganti Hendri diambil ke depannya. "Kami sudah menerima banyak daftar pelatih asing, tetapi belum ada keputusan akhir. Kami ingin memberi kesempatan kepada coach Hendri untuk dievaluasi lebih lanjut,” jelas Andre, yang juga merupakan anggota DPR RI. Meski tim berhasil mencatatkan kemenangan, Andre mengakui bahwa performa permainan Semen Padang masih jauh dari memuaskan. Ia menyebut bahwa dalam pertandingan tersebut, tim banyak tertekan oleh serangan dari PSS Sleman, dan pada menit-metri terakhir, terlihat bahwa pemain-pemainnya kesulitan untuk menguasai bola dan enggan melakukan serangan. "Penting bagi kami untuk mengubah pola permainan. Walaupun kita mendapatkan tiga poin, saya belum puas dengan permainan tim,” tegasnya lagi. Dalam kesempatan yang sama, Andre juga menyoroti masalah teknis yang masih menghalangi Semen Padang untuk bisa bermain di Stadion Haji Agus Salim, Padang. Menurutnya, kondisi rumput stadion masih dalam tahap perbaikan dan diperkirakan baru bisa siap pada akhir September. Oleh karena itu, sangat mungkin pertandingan melawan Barito pada 18 September tidak bisa diadakan di stadion tersebut. "Kemungkinan baru bisa bermain di Agus Salim saat melawan Persis Solo pada 29 September," tutup Andre. ANTARA