JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto baru-baru ini mengungkapkan bahwa Pemerintah Jepang berencana memberikan bantuan hibah sebesar 25 juta dolar AS untuk mendukung pengembangan proyek amonia hijau di wilayah Aceh. Hibah yang setara dengan Rp382,75 miliar ini didasarkan pada kurs 1 dolar AS yang bernilai Rp15.310. Proyek amonia hijau ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap keberlanjutan dan pengurangan emisi karbon di Indonesia. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Jepang dalam mendukung upaya Indonesia untuk beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Dengan adanya dukungan finansial ini, diharapkan Aceh dapat menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi energi bersih di kawasan Asia Tenggara. Pembangunan proyek ini juga sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam menciptakan energi yang berkelanjutan sekaligus memenuhi kebutuhan energi di masa mendatang. Jepang, sebagai salah satu negara dengan teknologi maju di bidang energi, diyakini akan memberikan pengalaman dan pengetahuan yang berharga dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dengan hibah ini, diharapkan akan tercipta sinergi antara kedua negara dalam pengembangan teknologi yang mendukung prakarsa hijau, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor energi terbarukan. ANTARA