JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menginformasikan bahwa pada hari Selasa, 27 Agustus 2024, terjadi kenaikan harga pada berbagai komoditas pangan di pasar. Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan signifikan adalah cabai merah keriting, yang harganya melambung hingga Rp6.680 menjadi Rp49.390 per kilogram (kg). Pantauan data dari Panel Harga Bapanas yang diambil pada pukul 06.40 WIB menunjukkan bahwa harga berbagai pangan di tingkat pedagang eceran di seluruh Indonesia rata-rata menunjukkan tren kenaikan. Sebagai contoh, harga beras premium tercatat naik sebesar 5,28 persen atau Rp820, sehingga kini menjadi Rp16.340 per kg. Selain itu, harga beras medium juga mengalami peningkatan sebesar 4,30 persen, setara dengan Rp570, menjadikannya Rp14.150 per kg. Ekangan pada beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog juga menunjukkan kenaikan, meski lebih moderat, dengan kenaikan sebesar 1,83 persen atau Rp230, menjadi Rp12.820 per kg. Tidak hanya itu, harga bawang merah juga meningkat tajam, mencatat lonjakan hingga 11,16 persen atau Rp2.800, sehingga menjadi Rp27.900 per kg. Bawang putih bonggol turut mengalami kenaikan sebesar 9,75 persen dengan tambahan Rp3.870 ke harga baru yang ditetapkan di Rp43.550 per kg. Berlanjut ke cabai merah keriting, yang mencatat kenaikan hingga 15,64 persen, serta cabai rawit merah yang juga meningkat hingga 7,17 persen, menjadi Rp56.830 per kg setelah mengalami kenaikan Rp3.800. Di sisi lain, harga daging sapi murni mengalami penurunan sebesar 4,62 persen, atau Rp6.230, sehingga kini dijual seharga Rp128.670 per kg. Kontras dengan daging ayam ras yang terpantau naik hingga 16,19 persen, dengan kenaikan Rp5.660, menjadi Rp40.630 per kg. Telur ayam ras juga mengikuti tren naik dengan peningkatan 9,88 persen atau Rp2.810, sehingga harganya kini mencapai Rp31.250 per kg. Selanjutnya, harga kedelai biji kering (impor) mencatat kenaikan sebesar 12,47 persen atau Rp1.480, menjadikannya Rp13.350 per kg. Harga gula konsumsi juga meningkat 3,80 persen atau Rp680 menjadi Rp18.590 per kg. Di kategori minyak goreng, komoditas kemasan sederhana naik 4,56 persen atau Rp820, yang mengubah harganya menjadi Rp18.820 per kg, sementara minyak goreng curah mencatat kenaikan 2,92 persen atau Rp470, menjadi Rp16.580 per kg. Selain itu, harga tepung terigu curah juga mengalami kenaikan 5,57 persen atau Rp570, sehingga kini dijual dengan harga Rp10.800 per kg. Tepung terigu non-curah juga tidak ketinggalan, tercatat naik sebesar 4,22 persen atau Rp560, sehingga harganya menjadi Rp13.830 per kg. Sementara itu, harga jagung di tingkat peternak mengalami kenaikan yang cukup signifikan, mencapai 22,34 persen atau Rp1.320, menjadi Rp7.230 per kg. Garam halus beryodium turut mengalami peningkatan harga hingga 9,89 persen atau Rp1.140, menjadi Rp12.670 per kg. Dalam sektor perikanan, harga ikan kembung naik sebesar 4,78 persen atau Rp1.780, sehingga harganya kini menjadi Rp39.050 per kg. Ikan tongkol juga mengalami kenaikan dengan persentase 5,65 atau Rp1.800, menjadi Rp33.660 per kg, sementara ikan bandeng hanya naik tipis sebesar 0,30 persen atau Rp100, harga baru kini menjadi Rp33.240 per kg. ANTARA