JAKARTA –
**Borneonews - Sudan**, Jumlah korban jiwa akibat curah hujan yang sangat tinggi dan banjir yang melanda Sudan terus meningkat, mencapai 132 orang. Laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan Sudan pada Senin, 26 Agustus, menunjukkan bahwa dampak bencana alam ini semakin parah. Sebelumnya, pada bulan Agustus, pihak berwenang Sudan telah mengonfirmasi bahwa 68 orang sudah kehilangan nyawa mereka akibat bencana ini. Banyak di antara korban jiwa yang meninggal disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk robohnya bangunan dan tenggelam dalam genangan air akibat tinggi air banjir yang meningkat tajam. Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Sudan menyebutkan, "Jumlah korban tewas telah mencapai 132 orang." Banjir yang diakibatkan oleh hujan lebat ini terjadi di sepuluh wilayah di Sudan, dengan Negara Bagian Utara dan Negara Bagian Sungai Nil termasuk yang paling parah terkena dampak. Tak hanya merenggut nyawa, bencana ini juga mengakibatkan lebih dari 12.400 rumah hancur total. Kondisi ini menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi oleh penduduk setempat, yang harus berjuang bukan hanya untuk keselamatan mereka, tetapi juga untuk pemulihan dari kerugian yang diderita. Sumber dari informasi ini diperoleh dari laporan yang dirilis oleh media *Sputnik*. ANTARA