**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengemukakan bahwa *Transit Oriented Development* (TOD) dapat dipandang sebagai alternatif yang efektif dalam mengatasi tantangan dampak urbanisasi yang terjadi dengan cepat di berbagai wilayah.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PUPR, Triono Junoasmono, menegaskan komitmen kementerian untuk mendukung pengembangan dan pelaksanaan proyek TOD di seluruh pelosok tanah air. Ia optimis bahwa implementasi TOD akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam merespons masalah urbanisasi yang semakin kompleks.
Lebih lanjut, Triono menyampaikan harapannya akan kolaborasi antara sektor swasta dalam menawarkan solusi perumahan yang berbasis pada konsep TOD. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong pertumbuhan perekonomian, serta memastikan akses bagi semua segmen masyarakat terhadap perumahan yang terjangkau, terutama untuk kelompok berpendapatan rendah dan menengah. Keterpaduan transportasi, khususnya di kawasan Jabodetabek, membuka peluang untuk menciptakan lingkungan perumahan yang berorientasi transit, yang pada gilirannya mendukung terciptanya pengembangan perkotaan yang berkelanjutan.
Fenomena *urban sprawl* di sejumlah kota besar di Indonesia menyebabkan munculkan pengembangan permukiman baru yang seringkali tidak sejalan dengan aktivitas ekonomi yang ada di pusat kota. Keadaan ini berpotensi memperburuk masalah mobilitas, termasuk meningkatnya kemacetan, terutama jika kota-kota tersebut tidak dilengkapi dengan fasilitas transportasi umum yang memadai. Hal ini bisa berujung pada tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi untuk berpindah tempat.
Oleh karena itu, penerapan konsep *Transit Oriented Development* sangat penting dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memaksimalkan pemanfaatan transportasi umum. TOD merupakan pendekatan pembangunan perkotaan yang berfokus pada optimalisasi penggunaan lahan dengan mempromosikan transportasi masal berbasis rel serta mendukung pola hidup sehat, seperti berjalan kaki dan bersepeda.
Dalam rangka memperkuat implementasi TOD, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bekerjasama dengan Japan Housing Finance (JHF) menyelenggarakan seminar mengenai TOD di Jakarta. Kerjasama ini telah terjalin sejak Desember 2023, diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang berfokus pada perumahan subsidi dan terus berlanjut hingga saat ini.
Melalui seminar ini, BP Tapera berharap dapat menciptakan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi organisasi mereka dan JHF, namun juga bagi seluruh ekosistem perumahan serta para pemangku kepentingan yang berkepentingan, sebagai langkah tambahan dalam penerapan konsep TOD di Indonesia.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengungkapkan bahwa penerapan TOD bertujuan untuk mewujudkan integrasi antara kawasan hunian dengan optimalisasi sarana transportasi umum, sehingga dapat menghasilkan kota yang efisien, produktif, dan sehat.
"K konsep ini sangat relevan untuk pengembangan hunian di wilayah perkotaan, terutama di Jakarta, mengingat tingginya pertumbuhan permukiman di area sub urban yang memiliki banyak penduduk dengan aktivitas di pusat kota. Untuk mewujudkan tujuan ini, sinergitas dan kerjasama yang solid antara para pemangku kepentingan serta mitra strategis sangatlah diperlukan," tutup Heru Pudyo Nugroho.
ANTARA
Kementerian PUPR Luncurkan Konsep TOD untuk Atasi Urbanisasi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Komentar (0)
Memuat komentar…







