GORONTALO –
**Borneonews - Gorontalo**, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Nawawi Pomolango, mengungkapkan harapannya agar tidak ada operasi tangkap tangan (*OTT*) yang terjadi di Provinsi Gorontalo. Harapan tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi yang membahas percepatan sertifikasi aset pemerintah daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di aula rumah jabatan Gubernur Gorontalo. Dalam pernyataannya, Nawawi menyebutkan bahwa selama lima tahun pengabdiannya di KPK, Gorontalo termasuk salah satu provinsi yang minim kasus *OTT*. Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa bukan berarti tidak ada permasalahan yang mencolok. "Ada beberapa kasus yang kami monitor, namun mungkin belum terungkap," jelasnya. Ia mengharapkan bahwa masalah-masalah tersebut tidak akan membayangi daerah yang dicintainya ini. Nawawi kemudian menceritakan pengalamannya ketika melakukan kunjungan ke beberapa daerah lain. Sayangnya, setelah kunjungannya, beberapa pejabat daerah tersebut terjerat dalam kegiatan *OTT*. Ia menaruh harapan agar hal yang sama tidak terjadi usai kunjungannya ke Gorontalo. "Saya adalah pimpinan KPK yang mungkin paling jarang berkunjung ke daerah. Namun, saya merasa perlu datang ke Gorontalo. Meski demikian, saya merasa khawatir karena sebelumnya saat saya mengunjungi Kalimantan Timur, seminggu kemudian ada pejabat yang terpaksa harus mengunjungi kantor Merah Putih (Kantor KPK). Hal serupa juga terjadi saat saya ke Maluku Utara," ungkapnya. Ia berharap, setelah kunjungan ini, tidak akan ada pejabat dari Gorontalo yang harus berurusan dengan KPK. Dalam kesempatan tersebut, Nawawi juga mengungkapkan rasa gembira bisa kembali ke kampung halamannya, Gorontalo. Rasa senang tersebut ditunjukkan dengan menyanyikan lirik dari lagu daerah Hulondalo Lipuu, yang menggambarkan kedekatannya dengan tanah kelahirannya. Di akhir pernyataannya, Nawawi menekankan pentingnya menjaga integritas daerah dengan mengatakan, "KPK mencatat ada banyak pengaduan masyarakat dari Provinsi Gorontalo, khususnya terkait pengadaan barang dan jasa. Mari kita jaga negeri ini dan bekerja dengan penuh dedikasi." ANTARA