KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, menggarisbawahi pentingnya persiapan terhadap kemungkinan kerawanan yang dapat muncul selama proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di provinsi yang terkenal dengan kepulauannya ini. Dalam konferensi pers yang diadakan di Kupang, Selasa, Kapolda menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi yang mencakup berbagai stakeholder, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Pemerintah Daerah, serta militer. Rapat ini bertujuan untuk memperbarui dan menganalisis berbagai data kerawanan yang sebelumnya telah terjadi pada empat Pilkada sebelumnya. Kapolda menekankan bahwa hasil analisis tersebut memungkinkan pihak kepolisian untuk melakukan pemetaan yang lebih akurat terhadap potensi kerawanan yang mungkin akan mengganggu tahapan Pilkada 2024. Dalam pemetaan yang dilakukan, beberapa tahapan kunci dalam pelaksanaan Pilkada diidentifikasi sebagai area yang berpotensi menimbulkan masalah. Beberapa tahapan yang dinyatakan rawan terjadi kerawanan mencakup kegiatan kampanye rapat terbuka serta proses distribusi logistik pemilu. Tidak hanya itu, analisis juga menunjukkan bahwa tahap penghitungan suara, baik di tempat pemungutan suara (TPS), di tingkat kecamatan, hingga penghitungan akhir di KPU, menjadi elemen yang perlu diwaspadai. Selain itu, waktu pengumuman hasil pemilu dan pelantikan pun seringkali rentan menghadapi gangguan. Menanggapi potensi kerawanan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa semua elemen keamanan telah dipersiapkan dengan seksama. Pasukan Kepolisian, termasuk satuan Brimob, Sabhara, Reserse, Gakkumdu, dan Intelijen, akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis yang telah ditentukan dalam pemetaan. Tak hanya itu, Angkatan Laut, Darat, dan Udara dari unsur TNI juga akan bersinergi dalam pengamanan, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga perlindungan masyarakat. Kapolda menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk memaksimalkan semua kekuatan personel yang tersedia demi kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian Pilkada Serentak 2024 di NTT. Dia juga mengungkapkan bahwa Polda NTT akan mengerahkan sekitar 6.000 personel untuk menjaga pengamanan seluruh tahapan Pilkada, serta akan berkolaborasi dengan TNI, Satpol PP, dan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan demikian, pihak kepolisian bertekad untuk memastikan bahwa proses Pilkada berjalan dengan aman dan tertib, serta memberikan jaminan kepada masyarakat tentang keamanan dalam berpartisipasi dalam pemilihan nantinya. ANTARA