BORNEONEWS, Sampit - Kemacetan arus lalu lintas ketika menjelang lebaran di titik-titik dekat pusat perbelanjaan seperti pasar dan mal sepertinya sudah menjadi pemandangan yang biasa.
Ketua Komisi IV DPRD Kotim Jainudin Karim yang membidangi pembangunan infrastruktur dan perhubungan, menghimbau kepada dinas terkait dalam hal Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kotim untuk memaksimalkan tugasnya agar kemacetan bisa ditangani.
“Dishubkominfo harus ekstra keras turun kelapangan untuk mengatur padatnya kendaraan yang membikin kemacetan di tititk-titik dekat keramaian. Begitu juga Dinas Pekerjaan Umum (PU) harus memperbaiki jalan-jalan rusak, sehingga tidak terjadi kemacetan,” kata dia, saat dihubungi, Minggu (3/6/2016).
Politisi Partai Demokrat itu juga menekankan agar Dishubkominfo mengevaluasi kembali kemungkinan kemacetan yang akan terjadi. Sehingga masyarakat akan nyaman ketika akan melintasi pusat-pusat perbelanjaan.
Terpisah, Kepala Dishubkominfo Kabupaten Kotim Fadlian Noor, mengatakan pihaknya sejak Sabtu (2/6/2016) telah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas di sekitar pusat perbelanjaan. Juga mengatur parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat tingginya angka kendaraan yang melintas pada akhir pekan sebelum lebaran.
“Kami mengerahkan petugas memasang barikade perpanjangan dari depan Kusuka Swalayan sampai dengan Bundraan Favo. Langkah yang diambil ini termasuk menutup dan membuat jalan satu arah, karena dinilai sebagai pangkal kemacetan dan menghambat laju kendaraan,” terang dia.
Selain itu, lanjut Fadlian, Dishubkominfo juga akan menyiagakan personel mobile dengan menggunakan kendaraan untuk melakukan pemantauan langsung kesejumlah kawasan di Kota Sampit termasuk kawasan masuk dan keluar. Terutama pusat-pusat perbelanjaan yang menjadi fokus utama dalam libur panjang akhir pekan.
“Kawasan pusat perbelanjaan dan tempat ibadah juga kami pantau, dan sewaktu-waktu bisa dilakukan rekayasa lalu lintas,” kata dia. (RIFQI/m)








