JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menjelaskan mengenai kebijakan yang menetapkan standar pendidikan minimum jenjang doktoral (S-3) bagi calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di lembaga riset yang dikelola oleh negara tersebut. Handoko menyatakan bahwa untuk menjadi seorang peneliti di BRIN, calon peserta harus memiliki kualifikasi minimal S-3. Ia menegaskan, standar ini sejalan dengan tuntutan global yang ada saat ini. Dalam sebuah sesi siaran langsung melalui kanal YouTube resmi BRIN pada hari Selasa, ia menyampaikan, “Memang untuk menjadi periset di BRIN, saat ini, minimal kualifikasinya adalah S-3. Mengapa demikian? Karena kita mengikuti standar global.” Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa persyaratan pendidikan untuk posisi peneliti di lembaga negara sangat berbeda dari lembaga riset dan pengembangan (*Research and Development*) yang dikelola swasta. Di lembaga-lembaga swasta, beberapa posisi memungkinkan lulusan setingkat sarjana (S-1) untuk melamar. “Di lembaga riset di universitas, di kampus, seharusnya kita sudah harus berada di level S-3,” ungkapnya. Bagi mereka yang berminat untuk bergabung sebagai peneliti di BRIN tetapi belum memiliki kualifikasi S-3, Handoko memberikan solusi. Ia menyarankan para pelamar untuk mendaftar program *degree by research*, yang merupakan program pembelajaran berbasis riset yang ditawarkan oleh BRIN. Program ini terbuka bagi individu yang telah menyelesaikan pendidikan S-1 atau S-2. “Dengan cara ini, mereka dapat bekerja bersama periset di BRIN dan sekaligus mendapatkan gelar S-2 atau S-3. Banyak yang sudah berhasil meraih gelar S-3 sebelum usia 27 tahun,” jelasnya. Sebagai informasi, BRIN telah membuka seleksi CASN untuk mengisi jabatan fungsional Peneliti Ahli Muda. Pendaftaran dimulai pada 20 Agustus dan akan ditutup pada 6 September 2024, dengan menyediakan 500 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tahun 2024. Terdapat 263 formasi untuk kebutuhan umum, 75 formasi untuk lulusan terbaik, 10 formasi untuk penyandang disabilitas, 125 formasi untuk diaspora, 2 formasi untuk putra dan putri Papua, serta 25 formasi untuk putra dan putri dari Kalimantan. Bagi yang berminat, pendaftaran CASN di BRIN untuk tahun 2024 dapat dilakukan melalui situs resmi SSCASN di alamat https://sscasn.bkn.go.id. Hasil seleksi CASN juga dapat dilihat pada laman https://casn.brin.go.id/pages/pengumuman/. ANTARA