MANOKWARI –
**Borneonews - Teminabuan**, Kepolisian Resor Sorong Selatan (Sorsel), yang terletak di Papua Barat Daya, menyelenggarakan operasi *mantap praja* Sembra II tahun 2024 dengan mengerahkan pasukan gabungan berjumlah 441 personel. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Sorsel, AKBP Gleen Rooi Molle, dalam sebuah kegiatan yang diadakan di Teminabuan. Dari total 441 personel yang terlibat, rincian anggotanya terdiri dari 356 orang dari Polres Sorsel, 31 personel dari BKO Brimob, 39 personel dari BKO Polda, dan 15 anggota TNI. Kegiatan ini diawali dengan pengecekan kehadiran personel serta kesiapan sarana prasarana. Dilanjutkan dengan penyematan pita sebagai simbol dimulainya operasi dan pembacaan amanat. Kapolres Gleen menyebutkan bahwa pelaksanaan *mantap praja mansinam II* ini dilakukan sebagai langkah menjaga keamanan menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada). Tujuan utamanya adalah untuk mencegah munculnya kerawanan, seperti politik uang, politik identitas, serta penyebaran *hoaks*, berita bohong, dan ujaran kebencian. Selama periode operasi yang berlangsung dari 27 Agustus hingga 7 Februari 2024, sebanyak 1.789 personel akan terlibat. Distribusi personel tersebut mencakup 829 orang dari Provinsi Papua Barat dan 888 orang dari Provinsi Papua Barat Daya. Dalam kesempatan tersebut, Gleen mengingatkan pentingnya spiritualitas bagi para anggota untuk selalu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berdoa sebelum menjalankan tugas mereka. Masing-masing personel diharapkan memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka serta memiliki pemahaman yang jelas tentang tugas-tugas yang perlu dilaksanakan dari segi teknis dan taktis. Untuk memudahkan komunikasi dan laporan terkini mengenai situasi di lapangan, diharapkan terbentuk grup *WhatsApp* antara para personel yang terlibat. Kapolres juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal di antara anggota, meningkatkan disiplin dan profesionalisme, serta memperhatikan kesiapan manajerial satuan dalam mencapai keberhasilan tugas. Gleen meminta anggotanya untuk menjadi panutan di masyarakat dan menghindari tindakan yang dapat menyakiti hati publik. Selanjutnya, dia mengingatkan agar seluruh personel menjaga kesehatan dan menghindari pelanggaran apapun selama operasi. Setiap anggota diharapkan melaksanakan tugas dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab, karena tugas ini merupakan sebuah kehormatan. Penegakan hukum akan dilakukan terhadap individu atau kelompok yang berpotensi mengganggu atau menggagalkan pelaksanaan Pilkada. ANTARA