**Borneonews - Jakarta**, Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan target untuk meningkatkan investasi dari Singapura di Indonesia menjadi lebih tinggi dari 63,17 miliar dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp979 triliun.
Dalam upayanya untuk menarik lebih banyak investasi asing, Rosan melakukan kunjungan resmi ke Singapura, di mana salah satu agenda penting adalah pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas peningkatan investasi serta kolaborasi di sektor-sektor kunci. Beberapa sektor yang menjadi perhatian adalah hilirisasi sumber daya alam, energi terbarukan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Lebih lanjut, agenda pertemuan ini juga akan fokus pada langkah-langkah konkret yang dapat memperkuat kerjasama bilateral antara kedua negara, serta mendorong proyek-proyek investasi yang strategis. Rosan menjelaskan bahwa prioritas pemerintah ke depan akan berfokus pada hilirisasi sumber daya alam, energi bersih, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuannya dengan Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng.
Singapura diketahui masih dominan sebagai negara dengan kontribusi investasi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data dari BKPM, investasi dari Singapura pada kuartal kedua tahun 2024 tercatat sebesar 4,6 miliar dolar AS. Selain itu, total kumulatif investasi Singapura dari tahun 2019 hingga Juni 2024 telah mencapai 63,17 miliar dolar AS, mewakili 29,8 persen dari total penanaman modal asing yang masuk ke Indonesia.
Rosan menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia melalui regulasi dan insentif yang menarik. Ia juga menambahkan pentingnya mendengarkan langsung dari para pelaku usaha di Singapura mengenai perhatian utama mereka dalam berinvestasi di Indonesia.
Sementara itu, Tan See Leng berharap untuk mendorong lebih banyak sektor kerjasama dengan Indonesia, termasuk dalam bidang gas alam, investasi tanker, dan bunker. Ia juga menekankan perlunya diskusi lebih lanjut mengenai tantangan yang dihadapi dalam implementasi *carbon capture storage* dan *carbon market*, yang merupakan konsep relatif baru di Indonesia, dengan tujuan untuk mempercepat kerjasama di bidang ini.
Di hari yang sama, Rosan melakukan beberapa pertemuan dengan para pemimpin perusahaan dari Singapura. Pertama, ia bertemu dengan SP Group untuk membahas investasi dalam jaringan listrik lintas negara. Selanjutnya, pertemuan dengan SingTel membahas investasi di sektor infrastruktur, pusat data, dan telekomunikasi. Selain itu, pertemuan dengan Sembcorp difokuskan pada proyek pembangkit listrik tenaga surya di Ibu Kota Nusantara, kawasan industri Kendal, serta infrastruktur telekomunikasi di Batam.
Ditambah, Rosan juga mengadakan pertemuan dengan ST Telemedia Global Data Center untuk membahas rencana investasi di sektor *data center*. Kunjungan kerja hari pertama di Singapura diakhiri dengan pertemuan bersama Federasi Bisnis Singapura. Kunjungan Menteri Investasi ke Singapura direncanakan berlangsung selama tiga hari, dari 26 hingga 28 Agustus 2024.
ANTARA
Target Investasi Singapura di Indonesia Mencapai 63,17 Miliar Dolar AS
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







