JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir telah meminta agar Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengendalikan harga beras yang saat ini terus mengalami kenaikan dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Dalam siaran pers yang diterima, Tomsi mengungkapkan bahwa harga beras di tingkat penggilingan saat ini telah mencapai Rp12.816 per kilogram, sementara di tingkat grosir, harganya sudah mencapai Rp13.572 per kilogram. Angka-angka ini menunjukkan bahwa harga beras semakin mendekati, bahkan melampaui, HET yang telah ditentukan. Di pasar pengecer, harga beras juga mencatatkan angka yang jauh lebih tinggi, yaitu Rp14.677 per kilogram. Tomsi menekankan rasa pesimismenya terkait dengan kemungkinan penurunan harga beras jika tidak ada langkah-langkah yang persuasif dan terencana dari pihak Bulog, yang berperan sebagai penyangga kebutuhan pangan nasional. Ia menyatakan bahwa beras merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, sehingga perhatian serius terhadap situasi ini sangatlah penting. Demi menjaga kestabilan harga, Tomsi menyatakan bahwa penting untuk melakukan perhitungan dengan seksama dan menyiapkan langkah-langkah yang tepat menjelang akhir tahun. Beliau mengingatkan bahwa grafik harga beras yang cenderung datar juga menunjukkan harga eceran yang masih di atas HET. Harapan Tomsi adalah agar Bulog dan semua pihak terkait dapat segera melaksanakan tindakan konkret untuk menjaga agar harga beras tidak terus melonjak, terutama di saat masyarakat membutuhkan kestabilan harga menjelang akhir tahun. Menurutnya, langkah-langkah ini sangat vital, mengingat konsumsi beras merupakan bagian dari pola makan sehari-hari masyarakat. Sebagai tambahan, dalam rapat yang diadakan, hadir sejumlah narasumber penting, termasuk Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Moga Simatupang, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini, serta Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto. Beberapa narasumber lainnya turut hadir secara virtual, seperti Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP), Direktur Perbenihan Holtikultura Kementerian Pertanian, dan Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, serta beberapa perwakilan dari instansi terkait, termasuk Kejaksaan Agung, TNI, dan Satuan Tugas Pangan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh kepala daerah dan perwakilan pemerintah daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). ANTARA