BORNEONEWS, Kapuas - Slamat tidak selamat. Pedagang ikan keliling itu, tewas setelah kesetrum listrik tegangan tinggi, Jumat (1/7/2016) pukul 12.30 WIB. Warga Handel Pareimas, Desa Pulau Telo, Kabupaten Kapuas ini, kejatuhan kabel listrik, saat sedang mengendarai sepeda motor di jalur Basarang, Kapuas-Tahai Jaya, Pulang Pisau. 

Ketika itu, di rei 7, Desa Tarung Manuah, tiba-tiba tiang listrik roboh. Karena tidak bisa menghindar, sepeda motor yang dipakainya berkeliling berjualan ikan, dan tubuhnya tertimpa kabel listrik yang masih ada tegangannya. Dalam hitungan detik, nyawa korban tidak bisa diselamatkan lagi. Korban tewas di tempat. 

Celana korban robek di belakang lutut. Menurut Rahmad, Sekretaris Balakar 545 Kapuas yang saat itu berada di TKP, korban merupakan pedagang ikan keliling. Saat itu korban hendak menuju Desa Belanti, Kabupaten Pulang Pisau. 

"Tapi saat melintasi jalur Basarang-Tahai tiba-tiba tiang listrik roboh dan kabelnya menimpa korban," tulis Rahmad kepada Borneonews, Sabtu (2/7/2016). 

Setelah dievakuasi dari lokasi kejadian, jenazah korban dibawa ke RSUD Kapuas untuk divisum. 

Sementara itu Manajer PLN Cabang Kapuas, Much Anwari mengakui jika Slamat tewas akibat kesetrum listrik tegangan tinggi. "Informasi yang saya dapat, tiang listrik roboh karena kondisi angin kencang sekitar waktu salat Jumat. Kabel listrik mengenai kaki pengendara sepeda motor dan meninggal."

Anwari mengatakan Jumat malam pimpinan PLN Cabang Kapuas beserta jajarannya ke rumah duka. Kedatangan mereka sebagai rasa simpati dan ikut berdua atas tewasnya Slamat. Saat itu PLN Cabang Kapuas juga memberikan santunan kepada keluarga korban. 

Sementara itu akibat tragedi tumbangnya tiang listrik itu mengakibatkan beberapa wilayah desa seperti Tahai Jaya hingga Desa Belanti padam hingga beberapa jam. 

Pantauan Borneonews, kondisi tiang listrik di jalur Basarang-Tahai memang banyak yang sudah keropos. Jadi rawan roboh. Penyebab keropos karena usia tiang sudah tua. Tiang listrik didirikan 1992-an. Parahnya, pemeliharaan tiang berupa pengecetan tidak pernah dilakukan, sehingga mempercepat pengeroposan. 

Sebenarnya tiang listrik jalur Basarang-Tahai ini sudah ada sebagian diganti dengan tiang beton. Itupun setelah diberitakan oleh Borneonews beberapa waktu lalu karena kondisi jaringan itu sempat miring 45%. (JM/RI/B-6/N).