**Borneonews - Jakarta Selatan**, Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79 berlangsung di tengah keadaan darurat akibat kebakaran yang menimpa wilayah Manggarai, sebuah daerah di Jakarta Selatan. Dalam suasana yang penuh getir ini, bait-bait lagu *Hari Merdeka* karya H. Mutahar menggema di posko pengungsian, membawa sedikit kebahagiaan bagi para korban yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Kebakaran tersebut terjadi pada Selasa, 13 Agustus, pada dini hari, menghancurkan 683 bangunan dan berdampak pada sekitar 1.050 keluarga, yang berjumlah total 3.043 jiwa. Menurut Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, kebakaran diperkirakan disebabkan oleh korsleting listrik saat pengisian daya ponsel di salah satu rumah di kawasan tersebut.
Saat ini, para korban kebakaran di Manggarai tinggal di lima lokasi pengungsian. Posko-posko ini tersebar di berbagai tempat, termasuk di belakang Rumah Sakit Agung, SDN 05 Manggarai, Bengkel KAI, serta dua masjid lokal. Di tengah panasnya matahari, semangat anak-anak tidak surut. Mereka berkumpul dan menyanyi di lapangan belakang Rumah Sakit Agung, meski tidak ada bendera merah putih atau lomba-lomba yang biasanya digelar.
Dalam rangka memperingati HUT Ke-79 RI sekaligus memberikan dukungan psikologis bagi anak-anak pengungsi, acara bermain diadakan. Anak-anak yang berani tampil untuk menyanyikan lagu akan mendapatkan hadiah berupa alat tulis atau makanan ringan.
Kondisi di pengungsian masih memprihatinkan, terutama bagi warga lanjut usia seperti Wangsih yang terpaksa berbaring akibat sakit dan harus bergantung pada anaknya. Mereka berharap akan ada bantuan untuk merehabilitasi rumah yang rusak. Para pengungsi lebih memilih renovasi di lokasi mereka saat ini dibandingkan dengan relokasi ke tempat lain.
Lurah Manggarai, Arafat Dinsirat, mengungkapkan perlunya evaluasi dari pemerintah tentang kawasan yang telah dua kali dilanda kebakaran ini agar penataan kota dapat lebih baik. Faktor penyebab terjadinya kebakaran mencakup kepadatan hunian dan akses jalan yang sempit. Dalam beberapa evaluasi, tim pemadam harus melubangi dinding demi mempermudah akses pemadaman.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan bahwa pada tahun 2023 terjadi 1.258 bencana, dengan kebakaran menjadi penyebab utama. Kebakaran di pemukiman mendominasi laporan dengan 864 kejadian, disusul oleh banjir dan pohon tumbang.
Bencana ini menyebabkan 9.361 orang terpaksa mengungsi, 362 orang mengalami luka, dan 97 lainnya kehilangan nyawa. Kerusakan akibat bencana ini mencakup 3.004 rumah dan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp272.337.749.995.
Memasuki tahun 2024, BPBD mencatat bahwa dari Januari hingga Agustus, kebakaran di Jakarta meningkat dengan 490 kejadian. Mayoritas kasus disebabkan oleh korsleting listrik. Korban dari insiden tersebut terdiri dari 18 orang yang meninggal, 21 luka berat, dan 133 luka ringan, dengan total pengungsi mencapai 3.021 jiwa.
Dalam upaya penanganan bagi para pengungsi, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melaksanakan relokasi secara bertahap. Sejumlah warga yang tinggal di Jalan Dr. Saharjo mulai dipindah ke Rumah Susun Pasar Rumput. Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin, menjelaskan bahwa terdapat empat bus sekolah yang disiapkan setiap hari untuk mengangkut warga ke lokasi baru.
Warga yang bersedia pindah akan menerima unit rusun dengan fasilitas lengkap, termasuk pendingin udara dan perabotan. Hingga saat ini, sedikitnya 1.016 jiwa, atau 254 kepala keluarga dari korban kebakaran, telah dipindahkan ke Rumah Susun Pasar Rumput.
Lurah Arafat Dinsirat melaporkan bahwa antusiasme warga untuk dipindahkan ke rusun sangat tinggi karena dekat dengan lokasi awalnya. Sementara itu, Kepala Divisi Administrasi dan Pengelolaan Aset PD Pasar Jaya menyatakan bahwa masih tersedia cukup ruang untuk menampung lebih banyak pengungsi.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil segera melakukan penggantian dokumen identitas yang rusak akibat kebakaran. Dinas Pendidikan DKI juga membuka posko bagi anak-anak yang mengalami kerugian dalam dokumen ijazah. Pelayanan ini dipastikan gratis dan cepat.
Dalam upaya bantuan, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama juga ikut berkontribusi dengan memberikan sembako dan fasilitas ibadah bagi penyintas. Langkah-langkah ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat serta upaya nyata dalam menangani keprihatinan akibat bencana yang terjadi.
ANTARA
Perayaan HUT RI di Pengungsian Korban Kebakaran Manggarai
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama yang Raih Pole Position
Varrel/Wardana Terhenti di Semifinal Indonesia Masters
SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







