**Borneonews - Kabupaten Bekasi**, Pemerintah Kabupaten Bekasi, yang terletak di Jawa Barat, telah mengambil langkah proaktif dengan menurunkan tim kaji cepat untuk menangani masalah kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian di tujuh kecamatan. Upaya ini bertujuan untuk menganalisis situasi Daerah Aliran Sungai (*DAS*) yang menjadi sumber utama pasokan air di wilayah tersebut.
Tim yang dikerahkan dalam kaji cepat ini melibatkan berbagai perangkat daerah, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pertanian, Dinas Cipta Karya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkimtan), Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, serta dinas-dinas lain yang relevan.
Pada hari ini, tim fokus pada empat kecamatan yang terpengaruh oleh kekeringan, yaitu Karangbahagia, Sukawangi, Cabangbungin, dan Muaragembong. Ahmad Erlangga, perwakilan tim dari BPBD Kabupaten Bekasi, mengungkapkan bahwa selain empat kecamatan tersebut, tim juga akan melakukan kaji cepat di Kecamatan Sukatani, Tambelang, dan Tambun Utara yang juga mengalami dampak serupa.
Di Kecamatan Karangbahagia, tim melakukan penelusuran terhadap aliran sungai yang menyediakan air bagi lahan pertanian, antara lain *Sodetan Kali Ciherang* yang berasal dari hulu *Kali Cilemahabang* dan saluran sekunder *Sukatani-Karangbahagia*. Begitu pula, di Kecamatan Sukawangi, tim mengamati aliran *Sungai Srengseng Hilir* dan sungai-sungai lain yang selama ini dimanfaatkan oleh petani untuk irigasi sawah mereka.
Dari hasil pemantauan, diketahui bahwa tujuh dari delapan desa di Kecamatan Karangbahagia mengalami kekeringan. Desa-desa tersebut adalah Karangbahagia, Karanganyar, Karangsentosa, Karangrahayu, Karangsetia, Karangsatu, dan Karangmukti, sementara hanya Desa Sukaraya yang tidak terdampak. Dalam laporan tersebut, tercatat sebanyak 492,5 hektare lahan pertanian di Karangbahagia terpengaruh oleh kekeringan, di mana 215 hektare berasal dari Desa Karangbahagia.
Hasil kaji cepat di Kecamatan Sukawangi menunjukkan bahwa beberapa desa juga mengalami permasalahan serupa, antara lain Desa Sukamekar, Sukatenang, dan Sukaringin. Dari total luas lahan pertanian di Kecamatan Sukawangi yang mencapai 4.803 hektare, hanya 399 hektare yang telah ditanam. Namun, dari jumlah tersebut, sebanyak 373 hektare mengalami kondisi kekeringan. Di sisi lain, tim masih dalam proses menyelesaikan pendataan untuk Kecamatan Cabangbungin dan Muaragembong.
ANTARA
Tim Kaji Cepat Pemkab Bekasi Tanggulangi Kekeringan Lahan Pertanian
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







