**Borneonews - Moskow**, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow baru-baru ini mengadakan resepsi diplomatik untuk merayakan Hari Ulang Tahun Ke-79 Republik Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan di Ballroom Hotel Carlton yang terletak di pusat Kota Moskow dan dihadiri oleh ratusan tamu undangan.
Resepsi ini menjadi momen penting dengan kehadiran 118 duta besar serta diplomat asing dari berbagai negara sahabat, termasuk Iran, Inggris, Kanada, Prancis, Uni Emirat Arab, Vatikan, Belanda, Polandia, India, Italia, Belarus, Oman, Suriah, dan perwakilan dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Selain itu, hadir juga duta besar negara-negara ASEAN, pejabat dari Federasi Rusia dan Kota Moskow, pengusaha Rusia, akademisi, serta perwakilan media dan sahabat Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat, 23 Agustus ini melibatkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Tavares, yang berserta istri menyambut kedatangan para tamu, didampingi DCM Berlian Helmi dan Atase Pertahanan Marsekal Jatmiko Adi.
Terdapat pula suguhan budaya yang menggembirakan. Grup gamelan Dadali yang beranggotakan 12 orang, mayoritas merupakan warga Rusia, menyajikan alunan lagu-lagu tradisional Indonesia seperti *Ladrang Wilujeng* dan *Ayo Ngguyu*. Seluruh hasil seni ini menghibur para tamu sembari mereka menanti acara dimulai. Pukul 19.00 waktu setempat, acara resmi dimulai dengan pembacaan lagu kebangsaan *Indonesia Raya* dan *Gosudarstvenniy Gimn Rossiiskoi Federatsii* yang dipersembahkan oleh grup vokal TRIO, yang juga merupakan binaan KBRI.
TRIO terdiri dari Tiro Turnip, Raymond Sihombing, dan Hosea Manurung. Menariknya, Raymond merupakan diaspora Indonesia yang baru-baru ini memenangi festival nyanyi internasional *Road to Yalta* 2023. Sementara Tiro, seorang mahasiswa dari Southern Federal University di Kota Rostov on Don, juga meraih posisi ketiga dalam festival yang sama pada tahun 2024. Hosea sendiri diakui sebagai Sekretaris Pertama Ekonomi KBRI.
Dalam sambutannya, Dubes Jose Tavares mengungkapkan bahwa kemerdekaan Indonesia diproklamirkan dalam situasi yang sangat sulit oleh Presiden Soekarno pada akhir Perang Dunia II. Ia juga menyebutkan bahwa konsep politik luar negeri bebas aktif yang diusung oleh Wakil Presiden pertama RI, Muhammad Hatta, menjadi landasan dalam menghadapi tantangan Perang Dingin yang penuh risiko.
Dubes Tavares menyoroti berbagai peran penting yang telah dimainkan oleh Indonesia dalam sejarah, termasuk penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika tahun 1955 serta pembentukan Gerakan Non-Blok. Ia merujuk kepada kontribusi Uni Soviet di masa lalu yang mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia dan pembangunan infrastruktur.
Selama 79 tahun ini, Indonesia telah mengalami transformasi menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, dengan ekonomi yang menempatkannya pada posisi ketujuh menurut *Purchasing Power Parity* (PPP), dan didukung oleh populasi usia kerja produktif yang mencapai 149 juta, papar Dubes Tavares.
Beliau juga menyinggung tentang tren kerja sama selama lima tahun terakhir yang menunjukkan peningkatan signifikan, dimana nilai perdagangan antara kedua negara semakin membaik, dan nilai investasi Rusia meningkat lebih dari 270 persen pada tahun 2023. Kunjungan warga Rusia ke Indonesia pun meningkat melebihi angka sebelum pandemi. Dalam ranah pendidikan, lebih dari 170 kesepakatan kerja sama telah terjalin antara perguruan tinggi di kedua negara.
Guest of Honor, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Galuzin, menegaskan bahwa setelah melewati berbagai tantangan, Indonesia kini dapat dikategorikan sebagai *most dynamically developing country in the world* dan merupakan *key player at the regional and global levels*. Galuzin, yang juga mantan Dubes Rusia di Indonesia, mengungkapkan kesiapan Rusia untuk meningkatkan kerjasama di berbagai bidang seperti energi, pertanian, pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kebudayaan.
Interaksi tinggi antara kedua negara juga terlihat dari beberapa pertemuan penting, termasuk kunjungan Presiden Joko Widodo ke Moskow pada 30 Juni 2022 dan pertemuan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin pada 31 Juli 2024. Pertemuan tersebut menambah daftar momen penting antara Indonesia dan Rusia, termasuk penandatanganan *Plan of Consultation* untuk tahun 2024-2026, serta rencana untuk membuka kantor Konsulat Jenderal Rusia di Bali.
"Hubungan yang kokoh ini menyediakan landasan bagi kerjasama kedua negara untuk meningkat menjadi *Strategic Partnership*," tutur Galuzin. Di akhir acara, Dubes Tavares mengajak para undangan untuk bersulang demi persahabatan dan untuk kesejahteraan bersama.
Acara ini ditutup dengan ramah tamah di mana para tamu menikmati hidangan khas seperti nasi goreng, sate ayam, dimsum udang, dan berbagai makanan lezat lainnya yang disiapkan khusus oleh chef Hotel Carlton. Seorang Indonesianis, Prof. Viktor Pogadayev, memberikan pujian pada hidangan nasi goreng yang disesuaikan dengan selera orang Rusia, menyoroti bahwa rasa pedasnya sangat tepat.
Agar suasana tetap nyaman, pertunjukan seni budaya Indonesia dilaksanakan di *Moscow Room* yang berdekatan dengan ballroom, di mana grup vokal TRIO dan grup tari Kirana Nusantara Dance memberikan penampilan yang memukau, menyanyikan lagu-lagu dan menari dengan penuh semangat yang disambut meriah oleh para tamu.
ANTARA
Resepsi Diplomatik di Moskow Rayakan HUT Ke-79 RI dengan Beragam Acara
Bagikan:

BANDAR LAMPUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Menperin Yakin Produk UMKM Ramah Lingkungan RI Tembus Pasar Global
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







