BORNEONEWS, Sampit - Puncak arus mudik terjadi di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu (3/7/2016). Dua kapal yakni KM Leuser akan membawa 1.600 penumpang dan Kirana III akan memberangkatkan 850 orang penumpang.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Beny Noviandinuddin mengatakan, pada H-3 ini merupakan puncak dari arus mduik di Pelabuhan Sampit. Hanya pada hari ini ada dua keberangkatan langsung.  

“Iya, hari adalah puncak arus mudik, karena dalam tiga hari kedepan nantinya hanya sekitar 5.000 penumpang saja yang akan diangkut, dengan tiga jadwal keberangkatan,” ujar Beny, saat memantau langsung arus mudik di Pelabuhan Sampit, Minggu (3/7/2016).

Sementara, untuk para pemudik yang sudah terangkut melalui Pelabuhan Sampit dari H-15 hingga H-3 ini sudah mencapai 16.100 orang. Ribuan penumpang itu dilayani dua pelayaran, yakni PT Pelni dan PT Darma Lautan Utama (DLU). Dengan dua tujuan, yakni Surabaya dan juga Semarang.

Sedangkan untuk  arus mudik di Pelabuhan Sampit pada tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan. Bahkan sangat kurang dari prediksi KSOP.

Sebelumnya mereka memprediksi bahwa arus mudik akan mencapai 24.000 penumpang. Namun dari data yang diterima hingga H-1 lebaran, dua pelayaran itu hanya mengangkut 21.000 penumpang.

Beny mengatakan, adanya penurunan itu tidak lepas dari kebijakan pemerintah pusat yang melarang operator kapal mengangkut penumpang tidak lebih dari kapasitas kapal.

Selain itu, para pemudik juga ada yang lebih dulu berangkat, bahkan sebelum bulan suci Ramadhan. Sehingga arus mudik di Pelabuhan Sampit menurun dari prediksi. (HAMIM/m)