AMBON –
**Borneonews - Ternate**, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Babullah, menjalin kerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ternate untuk memproduksi pupuk kompos. Inisiatif ini bertujuan untuk menjawab tantangan dalam meningkatkan produktivitas ketahanan pangan yang dihadapi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Bougenville. Pelatihan pembuatan pupuk kompos ini diselenggarakan di kawasan Tubo, Ternate. Hal tersebut disampaikan oleh Edi Mangun, selaku Area Manager Comm, Rel, dan CSR dari Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku. Menurutnya, kegiatan ini berangkat dari keluhan yang disampaikan oleh KWT Bougenville yang ingin memperbaiki produktivitas namun terhalang oleh keterbatasan pasokan pupuk di wilayah mereka. Pupuk merupakan salah satu unsur penting dalam menunjang kesuksesan pertanian. Melihat permasalahan ini, tim CSR Pertamina bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk melakukan sosialisasi, pelatihan, dan juga menyediakan mesin pembuat pupuk kompos. Usaha ini diharapkan dapat membantu para petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk mereka. Di Kota Ternate, kebutuhan sayuran sebagian besar dipenuhi dengan pasokan dari daerah lain seperti Halmahera dan Kota Manado. Kondisi tersebut disebabkan oleh karakteristik lahan serta budaya masyarakat yang lebih mengutamakan sektor perkebunan, seperti tanaman pala dan cengkeh. Akibatnya, produksi sayuran lokal tidak mencukupi permintaan pasar yang terus meningkat. KWT Bougenville, yang merupakan kelompok wanita tani aktif sejak tahun 2020, telah menanam berbagai jenis sayuran termasuk tomat, cabai, sawi, selada, pakcoy, seledri, kangkung, dan bayam. Oleh karena itu, Edi menekankan pentingnya penggunaan pupuk kompos dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian. Ia menambahkan bahwa pemahaman akan manfaat pupuk kompos serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengomposan dan pembuatan yang benar adalah krusial. Keberhasilan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan nilai ekonomis hasil pertanian di Kelurahan Tubo. Edi berharap upaya yang telah dilaksanakan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan mempengaruhi peningkatan produktivitas tanaman pangan dengan tetap memperhatikan keberlangsungan ekosistem lingkungan. Pelatihan dimulai dengan sosialisasi materi, dilanjutkan dengan praktik penggunaan mesin dan cara pembuatan pupuk kompos. Kegiatan tersebut dihadiri oleh semua anggota KWT Bougenville, perwakilan BPP Ternate, serta perwakilan dari Pertamina Patra Niaga AFT Babullah. Lebih jauh lagi, KWT Bougenville juga berencana untuk menjual pupuk kompos yang mereka produksi, karena hasil produksi saat ini telah melampaui kebutuhan kelompok. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi anggota kelompok. Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan yang sejalan dengan prinsip *Environmental, Social, and Governance* (ESG), serta turut berkontribusi pada pencapaian *Sustainable Development Goals* (SDGs) Indonesia di tahun 2030. ANTARA