MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Partai Golkar yang beroperasi di Nusa Tenggara Barat telah secara resmi menyerahkan surat B1KWK kepada sebelas calon kepala daerah. Calon-calon ini terdiri dari posisi gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota yang akan berlaga di provinsi tersebut dalam pemilihan kepala daerah mendatang. Ketua DPD Partai Golkar NTB, Mohan Roliskana, dalam pernyataannya yang disampaikan di Mataram, menyampaikan bahwa proses untuk penerbitan B1KWK bukanlah hal yang sederhana. Sebaliknya, hal ini melibatkan serangkaian langkah yang berjenjang dan memakan waktu yang cukup panjang. Mohan menegaskan bahwa sebelum keputusan untuk mengeluarkan B1KWK, pihak partai menggunakan pendekatan ilmiah, yaitu dengan melakukan survei. Dia menjelaskan bahwa survei telah dilakukan dua kali untuk memantau perkembangan para calon tersebut. Dari hasil survei itulah, keputusan untuk mengeluarkan B1KWK diambil. Acara penyerahan B1KWK berlangsung di Hotel Golden Palace di Mataram dan dihadiri oleh para bakal calon kepala daerah. Dalam kesempatan tersebut, Mohan Roliskana yang didampingi oleh Sekretaris DPD Partai Golkar NTB, Firad Farizka, menyerahkan dokumen tersebut secara simbolis. Dalam konteks politik, Mohan menekankan bahwa sebagai partai politik, Golkar harus memiliki orientasi untuk memenangkan setiap kontestasi pemilihan kepala daerah. Ia menegaskan bahwa meskipun tidak semua kader diusung dalam pilkada, partai tetap memiliki tujuan untuk mencapai kemenangan. Lebih lanjut, Mohan mengungkapkan rasa syukur karena semua proses telah berhasil diselesaikan. Ia menekankan pentingnya bagi para calon untuk turun ke masyarakat dan berjuang agar mendapatkan dukungan secara penuh pada pemilihan yang akan datang. Dalam pernyataan tersebut, Mohan juga menginstruksikan kepada seluruh pengurus serta kader partai untuk mematuhi keputusan yang telah diambil. Hal ini bertujuan agar seluruh calon yang diusung dapat meraih kemenangan pada pilkada 2024. Sebagai bagian dari strategi tersebut, DPP telah menargetkan kemenangan sebesar enam puluh persen bagi semua calon yang didukung. Mohan menekankan bahwa semua kader Partai Golkar harus mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan dan bersikap konsisten untuk memenangkan calon yang diusung. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa partai tidak dapat memberikan sanksi bagi kader yang tetap maju dalam pilkada meskipun tidak mendapat dukungan resmi dari partai. Ia menganggap hal ini menunjukkan bahwa Golkar memiliki banyak kader yang siap bertarung dalam pemilihan. Dia menekankan bahwa meskipun fokus utama adalah pada kemenangan, setiap kader yang terjun dalam kontestasi memiliki hak politik yang tidak bisa dihalangi. Dalam pandangannya, keberhasilan tidak hanya diukur dari kemenangan dalam pilkada, tetapi juga mencerminkan semangat dan peran partai dalam proses demokrasi. Sementara itu, daftar para calon kepala daerah yang diberikan B1KWK mencakup beberapa nama penting. Di antaranya untuk Pilkada Kota Mataram, calon yang diusung adalah Mohan Roliskana berpasangan dengan TGH Mujiburrahman. Kemudian, untuk Kabupaten Lombok Barat ada nama Sumiatun dan Ibnu Salim, dan di Lombok Utara Najmul Akhyar berduet dengan Kusmalahadi. Seterusnya, di Lombok Tengah diusung pasangan Lalu Pathul Bahri dan Nursiah, sedangkan di Lombok Timur kandidatnya Haerul Warisin dan Edwin Hadiwijaya. Untuk Sumbawa Barat, pasangan Amar Nurmansyah dan Hanifah Musyafirin, diikuti oleh Mahmud Abdullah dan Burhanudin Jakfar Salam untuk Pilkada Sumbawa. Tak ketinggalan, Kabupaten Bima mengusung pasangan Muhammad Putera Ferryandi dengan Rostiati, sementara di Kota Bima terdapat Muhammad Rum dan Mutmainnah. Akhirnya, di Kabupaten Dompu nama yang diusung adalah Abdul Kader Jaelani berpasangan dengan Syahrul Parsan, serta untuk Pilkada NTB terdapat Lalu Muhammad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri, yang dikenal dengan sebutan Iqbal-Dinda. ANTARA