JAKARTA –
**Borneonews - Semarang**, Penjualan kendaraan merek Toyota di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Bali mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, yang mengungkapkan bahwa data ini menunjukkan keunikan tersendiri dari kedua lokasi tersebut. Dalam sebuah kegiatan bertajuk *Toyota Eco Journey* di Semarang, pada hari Senin, Anton menyampaikan, “Kita melihat ada penurunan di hampir seluruh provinsi, kecuali Kalimantan Timur dan Bali.” Penjualan yang cemerlang di dua wilayah ini diyakini disebabkan oleh sejumlah faktor yang saling berhubungan. Salah satu alasan utama peningkatan ini adalah aktivitas pembangunan yang pesat di daerah tersebut. “Kalimantan Timur, khususnya, mendapatkan banyak investasi yang berdampak langsung pada ekonomi lokal,” ujar Anton. Kegiatan konstruksi yang berkaitan dengan proyek IKN dipandang sebagai salah satu penggerak utama, yang akhirnya mendorong peningkatan mobilitas di kawasan tersebut. Di samping itu, kebutuhan logistik berupa pasokan bahan pokok dan material konstruksi menjadi salah satu faktor pendorong bagi penjualan kendaraan Toyota. “Kalimantan juga membutuhkan banyak bahan penting, yang sering kali harus didatangkan dari daerah tetangga,” tambah Anton. Ia mencontohkan, “Kita tidak boleh melupakan daerah Palu, yang ternyata menjadi sumber pengadaan bahan material dan makanan untuk IKN.” Sementara itu, Bali, yang dikenal luas sebagai destinasi wisata populer, juga turut berkontribusi positif terhadap penjualan kendaraan Toyota. “Pasar di Bali masih menunjukkan tren yang positif,” kata Anton, menandakan bahwa sektor pariwisata di sana tetap memberikan dorongan terhadap angka penjualan. Meskipun terjadi kenaikan penjualan, Anton belum merinci angka spesifik mengenai peningkatan yang terjadi di Kalimantan dan Bali. Ia juga menambahkan bahwa pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, PT Toyota telah berhasil meraih pencapaian dengan mencatatkan sekitar 6.202 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Dengan demikian, terlihat bahwa kawasan IKN dan Bali memiliki potensi yang besar dalam mempengaruhi market kendaraan di Tanah Air, dan tampaknya prospek untuk masa depan tetap cerah, seiring dengan terus maju dan berkembangnya kedua wilayah ini. ANTARA