**Borneonews - Jakarta**, DPP PDI Perjuangan (PDIP) telah memutuskan untuk mengusung pasangan Pramono Anung dan Rano Karno dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tahun 2024. Keputusan ini diungkapkan oleh Bendahara Umum PDIP, Olly Dondokambey, dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada hari Selasa.
Olly menegaskan kepastian usungan ini dengan pernyataannya: "Iya, kami akan mengusung Pramono-Rano Karno di Pilkada Jakarta." Sebelumnya, Anies Baswedan menjadi nama yang erat dikaitkan dengan dukungan PDIP untuk Pilkada Jakarta 2024, apalagi setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi mengenai aturan ambang batas pencalonan yang baru.
Meski demikian, Anies tidak termasuk dalam daftar nama yang diumumkan dalam acara Pengumuman Bakal Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Gelombang Tiga yang diadakan di Kantor DPP PDIP di Menteng, Jakarta pada hari Senin. Pada saat diadakan acara tersebut, Anies juga tidak tampak hadir, meskipun saat itu ia terlihat mengenakan pakaian tenun berwarna merah di kediamannya yang terletak di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan.
Anies diketahui telah berpamitan kepada ibunya, Aliyah Rasyid Baswedan, serta istrinya, Ferry Farhati, sebelum berangkat menuju kantor. Dalam pernyataannya, Anies mengucapkan, "Anies berangkat dulu ya, mohon doa restunya semoga dilancarkan hari ini." Kunjungan Anies ke Kantor DPP PDIP dijadwalkan berlangsung pada hari Senin siang.
Juru Bicara Anies, Angga Putra Fidrian, membenarkan rencana kunjungan tersebut, namun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai maksud kunjungan Anies ke markas partai yang memiliki lambang banteng moncong putih tersebut. "Iya ke DPP, tetapi detailnya bisa ditanya ke PDIP," ujarnya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, beredar foto yang menunjukkan Anies dan Rano Karno sedang duduk bersama dalam sebuah ruangan. Anies tampak mengenakan kemeja bermotif tenun merah, sedangkan Rano Karno terlihat mengenakan seragam PDIP berwarna merah dengan lambang banteng di sebelah kiri, keduanya tersenyum ke arah kamera.
Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDIP, menjelaskan bahwa pertemuan antara Anies dan Rano di Gedung B, Kantor DPP PDIP, dijadwalkan sebagai sarana diskusi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kedua mantan gubernur ini, "Harus diingat bahwa Bung Rano adalah mantan Gubernur Banten. Pak Anies adalah mantan Gubernur DKI Jakarta. Masa Gubernur Banten dan Gubernur DKI tidak boleh berdiskusi? Boleh, kan?"
Djarot juga menambahkan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan membahas pandangan mengenai masa depan Jakarta. Ketika ditanya mengenai kemungkinan Anies bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Djarot mengaku tidak mengetahui hal tersebut. "Saya belum sempat bertemu Pak Anies. Jadi, saya belum bertanya langsung kepadanya. Takut salah," ungkapnya.
Ia juga menghindari memberikan komentar terkait pertemuan Anies dan Rano sebagai indikasi bahwa keduanya akan maju bersama sebagai calon pemimpin Jakarta di masa mendatang. "Itu (penunjukan calon) adalah hak prerogatif dari ketua umum. Maka, sabarlah sedikit satu sampai dua hari," tutup Djarot.
ANTARA
PDIP Usung Pramono Anung dan Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Komentar (0)
Memuat komentar…







