JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani, menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan Serbia memiliki makna historis yang mendalam. Hal ini diyakini dapat memperkuat kerja sama kedua negara dalam beragam bidang di masa kini. Puan menyampaikan bahwa Serbia merupakan salah satu mitra strategis bagi Indonesia di kawasan Balkan. Nilai sejarah yang terkandung dalam hubungan kedua negara menjadi salah satu alasan pentingnya kolaborasi ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam press release di Jakarta pada hari Selasa. Puan Maharani menjelaskan bahwa kunjungan bilateralnya ke Serbia bertujuan untuk menemui Ketua Majelis Nasional Serbia, Ana Brnabic, di Gedung Parlemen Serbia, di Belgrade, pada hari Senin pagi waktu setempat. Dalam kesempatan ini, Puan mencatat bahwa tahun ini menandai 70 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Serbia, yang dimulai sejak 1954 ketika Serbia masih bagian dari Republik Federasi Rakyat Yugoslavia. Pada saat itu, hubungan yang terjalin erat antara Presiden pertama Indonesia, Ir Sukarno, dan Presiden Josip Broz Tito, menjadi landasan yang kuat. Puan juga menekankan bahwa Indonesia dan Serbia, yang sebelumnya dikenal sebagai Yugoslavia, merupakan dua dari lima negara pendiri *Non-Aligned Movement* (NAM) yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955. Puan Maharani menjelaskan bahwa kerjasama antara Presiden Josip Broz Tito dan Presiden Sukarno di masa lalu seharusnya dapat menjadi dorongan untuk menjaga persahabatan yang telah terjalin. Ia menambahkan bahwa prinsip-prinsip Dasa Sila Bandung 1955, yang juga mengilhami pembentukan NAM, masih tetap relevan dengan kondisi dunia saat ini. Puan mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan Serbia dalam penetapan Pidato Presiden Sukarno berjudul *To Build the World A New* di acara pertemuan pertama NAM sebagai *Memory of the World* oleh UNESCO pada Mei 2023. Di kesempatan yang sama, Puan juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Parlemen Serbia yang telah mengundang delegasi DPR RI untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Ibu Ana Brnabic atas terpilihnya sebagai Ketua Majelis Nasional Serbia pada 20 Maret 2024. Puan percaya bahwa pertemuan tersebut dapat memberi kontribusi bagi penguatan hubungan antara Indonesia dan Serbia. Selama kunjungan tersebut, Puan juga menyempatkan waktu untuk mengunjungi Museum Archives of Yugoslavia. Di museum tersebut tersimpan banyak surat korespondensi antara Presiden Sukarno dan Presiden Tito. Selain itu, Puan juga mengunjungi Park of Friendship, lokasi pohon yang ditanam Sukarno pada tahun 1961 di Serbia. Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Serbia, Puan Maharani didampingi beberapa anggota DPR RI, termasuk Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Gilang Dhiela Fararez dan anggota Komisi X DPR, Vanda Sarundajang. Ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk mempererat hubungan dengan Serbia dalam berbagai aspek. ANTARA