BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Modus operasi si pemalsu tiket Dharma Ferry Vlll yakni Adi dan Edi rupanya menggunakan jasa tukang ojek.
Salah satu tukang ojek yang biasa mangkal di sekitar pelabuhan bernama Cipto, menjadi tangan kanan para pemalsu tiket DLU. Cipto, warga Kelurahan Candi Kecamatan Kumai melancarkan aksinya dengan menawarkan tiket aspal (asli tapi palsu) kepada calon penumpang.
Cipto yang dimintai keterangan oleh polisi di pos mudik lebaran di Pelabuhan Kumai mengatakan, ia hanya mengantar tiket yang dipesan pembeli.
"Saya tidak tahu itu palsu, Pak. Saya hanya mengantar saja. Saya hanya ojek saja," kata Cipto kepada seorang polisi yang menginterogasinya sebelum dibawa ke Mapolsek Kumai, Sabtu (2/7/2016).
Usut punya usut, Cipto adalah orang yang menawarkan dan memberikan tiket kepada calon penumpang. Baik melalui pesan singkat ataupun langsung menawarkan di luar Pelabuhan Panglima Utar Kumai.
"Saya pasan dari dia (Cipto) sembilan buah, Harganya Rp600.000 per tiket plus biaya travelnya," kata seorang calon penumpang KM Dharma Ferry, sebut saja Udin, yang mengetahui tiket yang dibelinya palsu.
Udin bersama calon penumpang lainnya melapor ke pos polisi setelah petugas pemeriksa tiket di pintu Pelabuhan Panglima Utar menyatakan tiketnya palsu dan mereka tak boleh memasuki kapal.
"Saya pesan dari orang itu (Cipto) melalui SMS, tiga hari lalu. Terus diambil saat saya mau berangkat di Pelabuhan. Kata petugasya ini tiket palsu," kata Agus yang juga tertipu oleh tiket palsu setelah ia membelinya seharga Rp400.000.
Tiket palsu yang diduga menyebar tak hanya di Pelayaran DLU, Sabtu (2/7/2016) saja, sebelumnya dengan kapal yang sama tiket sudah menyebar dan calon penumpang sudah berhasil berlayar.
"Tiket itu awalnya ketahuan tiga hari lalu. Penumpangnya sudah di kapal. Itu nomer serinya sama. Setahu saya ada sekitar 20 tiket yang ramai di dalam kapal ini," kata petugas KM Dharma Ferry di dalam kapal, Sabtu (2/7/2016) malam.
Buntut dari temuan tersebut, pihak DLU memperketat pemeriksaan tiket penumpang.
"Kami sudah menambah beberapa lapia petugas pemeriksa tiket, hasilnya ditemukan sekitar 30 tiket," kata Kepala PT DLU Kumai, Herdi Dwi Asmoro.
Tiket palsu tersebut, diduga sudah banyak dibeli penumpang. Para penumpang ini lolos dari pemeriksaan petugas.
Menurut Kapolsek Kumai, AKP Hendry di Posko Mudik Lebaran di Kumai mengatakan, tiket yang sudah tersebar sebanyak dua ratusan tiket untuk sekali pemberangkatan.
"Untuk yang keberangkatan ini saja, kata tukang ojek yang bertugas mengantarkan tiket palsu itu sudah dua ratusan lebih,” katanya.
Satu Pelaku Dibekuk
Satu orang pemalsu tiket bernama Adi warga Kumai Hilir, dibekuk anggota Polsek Kumai. Saat ini pihak polsek Kumai tengah melakukan pemeriksaan terhadap Adi.
"Atas nama Adi ini sudah berhasil kita tangkap, masih kita lakukan pemeriksaan," kata AKP Hendry melalui sambungan telepon, Minggu (3/7/2016).
Adapun beberapa ciri tiket palsu yang paling menonjok dan mudah dikenali adalah nomer seri tiket sama. Jika membeli lebih dari satu tiket, pastikan nomer serinya berbeda. Kemudian warna kertas di tiketnya berwarna biru dan kuning dengan warna tersebut nampak kontras, sedangkan yang palsu agak berwarna gelap. (CECEP HERDI/m)








