KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nusa Tenggara Timur (NTT), Marciana D Jone, memberikan imbauan kepada 17 pejabat administrasi yang baru dilantik untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh mitra kerja. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dalam memberikan layanan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan masyarakat secara umum. Dalam sambutannya, Marciana mendorong para pejabat untuk bekerja dengan dedikasi tinggi, memegang teguh prinsip integritas, serta mengimplementasikan nilai-nilai organisasi yang dikenal dengan *Kami PASTI* dan nilai inti ASN *BerAKHLAK*. Ia berharap agar para pemimpin dapat menunjukkan visi dan strategi yang inovatif serta mampu memotivasi tim untuk mencapai tujuan organisasi dengan baik. Marciana juga mengingatkan bahwa acara pelantikan tersebut bukan hanya sekadar seremonial, melainkan merupakan momen penting yang bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja dan menciptakan inovasi di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, khususnya di masing-masing unit kerja. Dengan pengalaman dan kompetensi yang ada, ia yakin pejabat yang baru dilantik dapat membawa perubahan positif yang signifikan. Marciana juga menekankan perlunya pejabat yang baru dilantik—khususnya mereka yang menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknik, baik di bidang pemasyarakatan maupun imigrasi—untuk membangun jejaring yang baik dan menciptakan komunikasi efektif dengan seluruh mitra kerja. Dia menyampaikan beberapa catatan penting sebagai pengantar untuk tugas dan jabatan yang baru, antara lain pelaksanaan kepemimpinan yang efektif serta bijaksana, menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, dan menerapkan reformasi birokrasi. Penekanan juga diberikan pada perlunya terobosan dalam meningkatkan kualitas layanan publik serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran guna membangun kepercayaan masyarakat. "Perkuat sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak, serta tetap jaga integritas. Bangunlah komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, *civil society*, masyarakat setempat, dan media sebagai mitra dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi," ujarnya. Dari 19 pejabat yang dilantik, lima di antaranya menduduki posisi strategis sebagai Kepala UPT. Antonius Jawa Gili menjabat sebagai Kalapas Kupang, menggantikan Badarudin yang dimutasi sebagai Kalapas Abepura. Revanda Bangun kini menjabat sebagai Kalapas Waingapu, sementara Antonius Semuki menjabat sebagai Kalapas Lembata, menggantikan Hariyadi Maikameng yang kini menjadi Kalapas Ba'a. Jabatan Karutan Maumere kini dipegang oleh Wachid Budi Santoso, yang dipromosikan dari Lapas Yogyakarta, sedangkan Kornelis Keli dilantik sebagai Kabapas Waikabubak, setelah sebelumnya menjadi Plt. Kalapas Ba'a. Marciana juga mengingatkan agar pejabat baru yang bertugas di NTT segera beradaptasi dengan situasi topografi dan budaya setempat. Hal ini diharapkan dapat mendukung kelancaran tugas dan fungsi mereka, terutama dalam penyediaan layanan publik kepada warga binaan dan masyarakat. ANTARA