PADANG –
**Borneonews - Simpang Empat**, Pelayanan di poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak, yang terletak di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengalami penutupan. Hal ini disebabkan oleh aksi mogok yang dilakukan oleh dokter spesialis akibat adanya tunggakan pembayaran remunerasi. Kepala Tata Usaha RSUD Jambak, Efrinaldi, mengungkapkan bahwa penutupan pelayanan poliklinik berlangsung sejak dua hari yang lalu, tepatnya pada hari Senin, 26 Agustus 2024. Meski demikian, dia menyampaikan harapan agar pihak rumah sakit dapat membuka layanan kembali hari ini untuk memenuhi kebutuhan pasien. Efrinaldi menjelaskan bahwa aksi mogok yang dilakukan oleh dokter spesialis berkaitan dengan remunerasi yang belum dibayarkan untuk tiga bulan terakhir di tahun 2023, yaitu untuk periode Oktober, November, dan Desember. Ia menambahkan bahwa remunerasi tersebut dibayarkan dalam dua tahap. Sementara tahap pertama sudah dilunasi, tahap kedua masih terhambat dengan adanya tunggakan. Saat ini, dokter spesialis masih menunggu penyelesaian pembayaran dari pihak rumah sakit. Proses penyelesaian tersebut sedang ditangani di Inspektorat untuk dilakukan *review*, dan Efrinaldi berharap agar hal ini dapat diselesaikan pada hari yang sama. Pihak RSUD berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan poliklinik dapat dibuka kembali pada hari ini. Efrinaldi menekankan, “Jika pembayaran tidak dilakukan, dokter spesialis tidak akan bersedia memberikan pelayanan.” Kekecewaan juga disampaikan oleh Wakijan, seorang warga dari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, yang datang ke RSUD untuk berobat di poliklinik kulit. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena merasa sia-sia melakukan perjalanan sekitar 1,5 jam hanya untuk mendapati bahwa pelayanan di rumah sakit tersebut tidak tersedia. Selain itu, Hamzah, seorang warga dari Paraman Ampalu, Kecamatan Gunung Tuleh, juga mengalami hal yang sama. Ia berniat untuk berobat ke spesialis saraf, namun setibanya di RSUD, dia mendapati bahwa tidak ada tenaga kesehatan atau dokter yang bisa melayani. Dengan situasi ini, masyarakat berharap agar pihak RSUD segera menyelesaikan masalah keterlambatan pembayaran sehingga pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan dengan baik. ANTARA