KUPANG –
**Borneonews - Labuan Bajo**, Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan resmi menutup operasi pencarian terhadap empat korban kapal KM Lebanon yang mengalami tenggelam di perairan Pulau Pura, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal tersebut dilaporkan hilang pada hari Selasa, 20 Agustus 2024. Kepala Kantor Basarnas Maumere, Supriyanto Ridwan, menyampaikan bahwa pencarian pada hari Senin, 26 Agustus 2024, adalah hari ketujuh operasi pencarian yang dilakukan oleh tim. Sayangnya, hingga sore hari tersebut, tidak ada tanda-tanda keberadaan keempat korban yang hilang. Supriyanto menjelaskan bahwa Tim SAR gabungan telah melaksanakan beragam upaya untuk menemukan para korban, termasuk penambahan alat utama seperti *speedboat* dari Polair Polres Alor, *rubber boat* dari Pos Angkatan Laut Alor, serta koordinasi dengan sejumlah perahu nelayan untuk memperluas zona pencarian. Namun, hingga saat ini, usaha tersebut belum membuahkan hasil. Saat melakukan evaluasi, Tim SAR gabungan bersama Penjabat Bupati Alor, Zet Sony Libing, menyimpulkan bahwa tidak ada indikasi penemuan korban selama tujuh hari pencarian berlangsung. Dengan demikian, operasi SAR ditutup sementara. "Meskipun keempat korban dinyatakan hilang, kami akan tetap melakukan pemantauan. Apabila terdapat perkembangan atau tanda-tanda penemuan korban, kami akan membuka kembali operasi SAR," ungkap Supriyanto Ridwan. Sebelumnya, Kantor Basarnas Maumere menerima laporan terkait kapal KM Lebanon yang mengangkut 23 penumpang dan mengalami tenggelam akibat gelombang tinggi dan arus yang kencang. Dari insiden tersebut, 19 penumpang berhasil dievakuasi menggunakan perahu nelayan. Namun, empat orang lainnya masih dalam status hilang. Keempat korban yang kini dicari oleh Tim SAR terdiri dari Desi Huluang (28), Olivia Duka (5), Agustina Pulinggomang (10), dan Grais A Djaha (5). ANTARA