SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan peran penting Pramuka di provinsi ini sebagai pendorong sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memperkuat persatuan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Adhy saat memimpin upacara Peringatan Hari Pramuka yang ke-63 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Pramuka memiliki perjalanan sejarah yang panjang dalam mendukung kemerdekaan bangsa Indonesia. Dalam konteks ini, Adhy menyatakan bahwa organisasi ini telah menjadi bagian integral dalam proses perolehan Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia mencatat bahwa pada tahun 1961, Pramuka diperkenalkan kepada masyarakat luas sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya. Lebih lanjut, Adhy mengingatkan bahwa mantan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, pernah menyampaikan bahwa di dalam Pramuka terdapat nilai-nilai penting seperti cinta terhadap sesama dan lingkungan. Dengan prinsip Pancasila, Pramuka diharapkan dapat berfungsi sebagai teladan dalam berdemokrasi, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Pramuka harus mampu menunjukkan bahwa lambang merah putih yang mereka kenakan adalah simbol komitmen terhadap kepentingan negara, bukan sekadar untuk kepentingan kelompok tertentu,” jelas Adhy. Adhy juga menginginkan agar Pramuka menjalankan peran sebagai *Agent of Change* di berbagai bidang untuk membantu menyelesaikan masalah di masyarakat. Salah satu inisiatif yang diharapkan adalah kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur. Melalui nota kesepahaman (MoU) ini, Pramuka diharapkan bisa berperan aktif dalam mengedukasi dan mencegah peredaran narkoba di kalangan masyarakat. “Menghadapi isu narkoba, Pramuka sebagai generasi muda sangat diharapkan dapat turut serta dalam upaya pencegahan. Oleh karena itu, kami menandatangani MoU dengan BNNP untuk memastikan keterlibatan Pramuka dalam mengatasi masalah ini,” ungkapnya. Dalam konteks politik, Adhy berpesan agar Pramuka tetap netral dan tidak disalahgunakan dalam urusan politik. Ia menekankan pentingnya soliditas dan dukungan terhadap stabilitas sosial, keamanan, dan ekonomi demi menjaga kesatuan NKRI. Adhy juga menerima penghargaan Satya Lencana Kalung Melati Pramuka dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, yang diserahkan langsung oleh Ketua Kwartir Nasional, Budi Waseso. Ia menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan bagi Pramuka Jawa Timur yang diakui sebagai yang terbaik di Indonesia. “Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi bagi pengabdian Pramuka Jawa Timur sebagai bagian dari Gerakan Pramuka,” kata Adhy. Dalam kesempatan yang sama, Budi Waseso mengingatkan pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong di kalangan generasi muda untuk mempersiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik menuju Indonesia Emas 2045. “Generasi muda harus senantiasa menjaga semangat ini. Jika kita ingin Indonesia kuat, maka kemandirian harus menjadi nilai inti yang ditanamkan untuk anggota Pramuka,” ujarnya. Adhy dan Budi Waseso sepakat tentang pentingnya edukasi mengenai bahaya narkoba, yang dapat merusak individu dan berdampak buruk bagi bangsa. Dengan kolaborasi BNN, diharapkan anggota Pramuka dapat terjun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat. Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, H.M. Arum Sabil, menekankan bahwa semangat Pancasila menjadi tema utama dalam peringatan Hari Pramuka ke-63. Ia menegaskan semua anggota Pramuka berkomitmen untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan sehari-hari dan berpegang pada Dasadarma Pramuka. ANTARA