BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Mayat bayi laki-laki yang baru lahir ditemukan di dalam kantong plastik hitam terbungkus kain putih dengan tali pusar masih melekat di tempat Pembuangan Sampah Akhir( TPA) Desa Palingit. pada Minggu(3/72016) sekitar pukul 06:30 Wib. Penemunya adalah seorang pemulung bernama Samsiah, 43m warga Tabalien Desa Handil Palingit Kecamatan Pulau Petak.
Berdasarkan informasi, biasanya petugas kebersihan setiap pagi sekitar pukul 05:00 wib sudah mengangkut sampah disetiap Tempat Pembungan Sampah(TPS) untuk di antar ke Tempat Pembungan Akhir (TPA) Desa Handil Palingit Kecamatan Pulau Petak. Awal mulanya diduga bangkai binatang sehingga dipasahkan dengan sampah biasanya.
"Biasanya setiap sampah yang diangkut ke sini saya mencari bahan plastik untuk dikumpulkan. Tetapi saya terkejut pas kantongan plastik dibuka ada bungkusan kain putih. Pas di buka kain tersebut ada bayi langsung saja saya kaget langsung melapor ke mereka, petugas kebersihan." kata Samsiah.
Petugas kebersihan lalu melaporkan ke pihak kepolisan sekitar pukul 06:30 wib terkait penemuan sosok mayat bayi tersebut.
Sampai saat ini pihak Kepolisian Resort Kapuas masih berkordinasi dengan pihak Polsek Sei Tatas untuk mengumpulkan informasi di lapangan terkait penemuan mayat bayi laki-laki yang masih lengkap dengan ari-ari yang belum terlepas dari pusarnya.
Untuk penyelidikan lebih lanjut mayat bayi tersebut sudah dikirim ke kamar mayat RSUD dr Soemarno Sosro Admojho Kuala Kapuas. (DJEMMY NAPOLEON/m)








